Beranda Headline Dewan Sesalkan Statemen Gubernur

Dewan Sesalkan Statemen Gubernur

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Wirajaya

MATARAM – Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya menyesalkan adanya statemen Gubernur NTB, Zulkifleimansyah yang berencana akan membuka kerjasama dengan pihak luar dalam mengatasi dampak gempa bumi. Harusnya, pemerintah NTB menunggu penjelasan pemerintah pusat soal bantuan itu. Sebab, pemerintah pusat yang berjanji secara langsung di hadapan korban gempa.

“Secara pribadi saya yakin pusat akan terus membantu NTB, meski ada bencana besar di daerah yaitu Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Dan kami sayangkan statemen pak gubernur,” tegas Jaya, kemarin.

“Ini soal janji pemerintah pusat kepada masyarakat, jangan sampai pusat melihat langkah NTB bahwa bisa membantu diri sendiri,” tambahnya.

Menurut politisi Gerindra itu, sah-sah saja kalau daerah mengajak semua pihak gotong royong meminta bantuan untuk menyelesaikan korban pasca gempa ke pihak lain. Tetapi lagi-lagi harus diperjelas dulu sikap pusat ke NTB.

“Ini soal janji, kok harus ditagih,” kata tegas.

Jika memang sudah ada kepastian dari pusat bahwa tidak bisa membantu, maka barulah Plan B dilakukan. Wirajaya juga menyinggung keterangan Kementrian Keuangan, Sri Mulyani yang pernah menyebutkan ada 4 triliun yang sudah siap untuk membantu korban bencana. Namun yang perlu diperjelas di sini bahwa uang itu bukan saja milik NTB, tetapi disiapkan pusat untuk bencana seluruh NTB termasuk untuk Palu-Donggala.

“Hal-hal ini yang semestinya juga dijelaskan pemprov,” sentilnya.
Untuk kontribusi daerah selaku wakil pimpinan dewan bidang anggaran, dia akan mengajak eksekutif agar dalam pembahasan KUA PPAS APBD 2019. Betul-betul alokasi maksimal untuk pemulihan korban pasca gempa. Ia mengatakan, daerah harus bisa merasionalisasikan anggaran untuk pemulihan, sebab kondisi korban pasca gempa masih sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Sebagai bentuk konkrit yaitu akan dibangunkannya tempat tinggal meski bersifat sementara (Huntara).
Menurutnya, jika hal ini sudah didapatkan setidaknya jaminan kesehatan korban gempa ada, lalu nantinya baru dilanjutkan dengan kelangsungan hidup mereka. Dalam hal ini, daerah harus memikirkan ekonomi mereka misalkan dengan membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

“Setelah mereka sehat, mereka juga perlu makan, berusaha dan sekolahkan anak mereka,” terangnya.

Jaya berjanji akan mengawal betul rasionalisasi anggaran untuk pemulihan pasca gempa, sehingga masyarakat NTB khususnya yang menjadi korban gempa kelangsungan serta kelayakan hidupnya bisa terjamin.

“Saya akan kawal anggaran dipenyusunan KUA PPAS 2019,” janjinya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here