Beranda Lombok Timur Dari Progres Pembersihan Reruntuhan Bangunan Pascabencana

Dari Progres Pembersihan Reruntuhan Bangunan Pascabencana

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PEMBERSIHAN: Tampak salah satu OPD yang sedang melakukan pembersihan di Kecamatan Sembalun, kemarin.

Pembersihan Terus Berlangsung, Bupati hingga OPD Masih di Lapangan

Pembersihan reruntuhan bangunan pascabencana, masih berlangsung di Lotim. Para OPD juga tetap di lapangan membantu melakukan pembersihan dan membantu kebutuhan warga.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
HINGGA saat ini, proses pembersihan dilakukan TNI dan Polri masih berjalan. Kendala ditemui tim dalam melakukan pembersihan reruntuhan pascabencana, yakni minimnya alat berat yang tersedia. Sehingga, masih kebanyakan menggunakan tenaga secara manual.
Pembersihan puing-puing reruntuhan rumah, maupun fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan, diberikan waktu sangat terbatas. Sebab dalam waktu enam bulan kedepan, pembangunan rumah anti gempa terhadap masyarakat yang rumahnya rusak berat, sudah harus tuntas. Tidak main-main, jumlah rumah yang rusak berat ini hingga ratusan unit.
Agar rumah warga cepat berdiri, tentu proses pembersihan puing-puing rumah itu harus segera tuntas. Dalam proses ini tidak bisa mengandalkan tenaga TNI dan Polri saja, yang juga tidak didukung dengan alat berat yang memadai. Melainkan, membutuhkan kerja secara bersama-sama semua pihak terkait. Tak terkecuali Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga diharapkan bisa ikut membantu melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan itu.
Para OPD, sejak masa Penjabat Bupati, masing-masing sudah diberikan wilayah binaan dan pendampingan. Progress pembersihan reruntuhan bangunan, sudah menunjukkan hasil cukup baik. Tentu, sembari pemerintah membangun Hunian Sementara (Huntara) masyarakat.
Begitu Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) terpilih dilantik. Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, langsung bergerak mengumpulkan semua pihak terkait, sembari melobi alat berat untuk dipakai dalam proses pembersihan.
Bahkan, kebijakan yang diambilnya sejak selesai mengucapkan sumpah dan jabatan, Bupati memilih berkantor di lokasi bencana. Strategi penyelesaian masalah pembersihan reruntuhan ini, terlebih dahulu fokus di satu kecamatan, baru menyusul kecamatan lain. Semua dilakukan secara terintegrasi dengan semua pihak terkait.
Sampai dengan saat ini, Bupati Lotim masih berkantor di lokasi bencana, sembari mengomandoi proses pembersihan reruntuhan, serta membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat korban gempa bumi.
Di tengah proses pembersihan ini, terjadi pula bencana gempa bumi disertai tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak 200 personel lebih aparat kepolisian berasal dari Sulawesi yang diperbantukan di Lombok Timur (Lotim), saat ini sudah ditarik guna membantu korban di Palu dan Donggala.
Sementara para kepala OPD dan jajarannya, masih tetap membantu melakukan pembersihan di wilayah pendampingan masing-masing. Seperti di Sembalun yang sempat menolak masjidnya dirobohkan. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya masyarakat mau, sehingga dilakukan perobohan. “Alhamdulillah, OPD masih tetap berada di lapangan membantu melakukan pembersihan. Kemarin juga di Kecamatan Sembalun, mereka masih tetap semangat membantu masyarakat kita,” kata Ahmad Subhan, Kabag Humas Setda Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here