Beranda Headline Blanko dari Jakarta, Bukan Dukcapil Lotim

Blanko dari Jakarta, Bukan Dukcapil Lotim

BERBAGI
RIFA’I/RADAR MANDALIKA BUKTI: Pihak kepolisian saat menunjukkan barang bukti KTP palus dan bukti lainnya, Selasa lalu.

LOTIM – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), berhasil membongkar sindikat pemalsu dokumen Administrasi Kepedudukan (Adminduk). Berupa e-KTP, KK dan akte kelahiran. Dalam kasus ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), siap membantu Reskrim mengungkap pembuatan dokumen Adminduk palsu tersebut. Barang bukti berupa e-KTP, KK dan akte kelahiran itu, sudah dicek Reskrim ke Dukcapil.
“Kami sangat berterimakasih pada kepolisian. Tentu kami siap membantu mengecek atau memastikan dokumen adminduk yang palsu itu,” kata H Sateriadi, Kadis Dukcapil Lotim pada Radar Mandalika, kemarin.
Ia menjelaskan, proses pembuatan dokumen adminduk di Lotim sudah ada sistem pengendalian. Guna memastikan blanko yang digunakan secara legal. Blanko yang digunakan pelaku, dalam melancarkan aksi, ditegaskan Sateriadi bukan berasal dari dinas yang dipimpin. Dari pengakuan pelaku, blanko-blanko itu diperoleh dari Jakarta.
“Saya tegaskan, blanko e-KTP, KK dan akte kelahiran itu bukan berasal dari Dinas Dukcapil,” tandasnya.
Ia mengungkapkan, kebiasaan masyarakat daerah ini mengurus dokumen adminduk setelah ada kebutuhan yang sifatnya mendesak. Kebiasaan lain, masyarakat cenderung malas mengurus sendiri. Guna mengatasi hal itu, pihaknya sedang berupaya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim. Mendorong peran aktif desa, dan kelurahan, ikut berpartisipasi melaksanakan pelayanan adminduk di tingkat desa.
Terlebih sambung Sateriadi, sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum penganggaran melalui APBDesa. Digunakan membiayai operasional pemerintah desa melaksanakan pelayanan Adminduk tersebut.
“Mengurus dokumen adminduk jangan melalui calo. Uruslah secara langsung atau melalui lembaga-lembaga pemerintahan yang sudah bekerjasama dengan Dukcapil, seperti rumah sakit, Puskesmas, Sekolah-sekolah, Kecamatan dan kelurahan/desa,” imbaunya.
Sebelumnya, WA 19 tahun asal Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah, ditangkap tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim, unit Reskrim Polsek Selong dan satuan Intelkam. WA ketika itu sedang melakukan aktivitas pencetakan adminduk palsu di sebuah percetakan Diksa Studio Kelurahan Pancor. Sementara bos WA yang diduga berasal dari Kecamatan Jerowaru, saat ini masih diburu. Polisi juga sedang bekerja keras mengungkap jaringan sindikat tersebut. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here