Beranda Mataram Trotoar Cantik di Cakranegara Belum Steril

Trotoar Cantik di Cakranegara Belum Steril

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PERTEMUAN: Ketua Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Nusa Tenggara Barat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ika Sari Rejeki saat menyampaikan tuntasnya penataan kawasan bisnis Cakranegara tahap pertama.

MATARAM – Penataan kawasan bisnis Cakranegara, Kota Mataram tahap pertama dinyatakan telah selesai. Namun sayang, setelah trotoar ditata lebih ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas, masih pengendara roda dua dan empat yang parkir di sembarang tempat. Termasuk di atas trotoar yang baru dibangun. “Padahal sejak awal sudah disosialisasikan, kalau akan ada pusat-pusat parkir kendaraan yang secara khusus disediakan. Namun belum dapat terealisasi dengan baik,” ujar Ketua Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Nusa Tenggara Barat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ika Sari Rejeki saat menemui Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh yang di ruang kerjanya, kemarin (2/10).
Sehingga untuk penataan tahap berikutnya, tim Satker PBL akan menunggu komitmen dari Pemerintah Kota Mataram dapat berperan mendukung kegiatan penataan yang telah dilakukan oleh Satker PBL. Diperkirakan secara total sampai dengan selesai menghabiskan anggaran Rp 25 miliar.
Kepada wali kota dan jajarannya, tim Satker PBL juga memberikan laporan berikut saran dan masukan. Untuk dapat melanjutkan pengerjaan penataan kawasan bisnis Cakranegara ke tahap-tahap berikutnya.
Ika melanjutkan, tujuan dari pekerjaan yang dilakukan oleh tim yang dipimpinnya salah satunya adalah penataan trotoar yang ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Apalagi sebelum dimulai penataan, dirinya belum melihat di kawasan tersebut adanya trotoar yang ramah terhadap penyandang disabilitas. “Selama ini pedestrian lebih sering digunakan oleh PKL,” kata dia.
Setelah penataan ini, wajah Kota Mataram, khususnya yang berada di kawasan bisnis Cakranegara dapat berubah. Tidak hanya ramah pada PKL, melainkan juga ramah pada pejalan kaki dan disabilitas. “Kami bukan melarang pedagang, tapi dirapikan. Jangan sampai memakan badan jalan atau trotoar,” sambungnya.
Menanggapi kendala-kendala seperti yang disampaikan oleh tim penataan, Wali Kota Mataram H. Ahyar abduh menyatakan, akan mencarikan jalan keluar dengan membentuk tim khusus. Tugas tim, mengatur pengguna kendaraan bermotor yang masih memarkirkan kendaraan roda dua dan roda empat di luar pusat-pusat parkir yang tersedia. Sekaligus mengatur PKL yang masih berjualan dengan memakan badan jalan dan trotoar.
Diakui Wali Kota, saat ini pihaknya tengah fokus pada upaya memperbaiki situasi Kota Mataram pascagempa dengan melakukan pembersihan di wilayah-wilayah yang terdampak. Namun pada intinya, tegaskan Wali Kota, pihaknya sangat mendukung kegiatan penataan di kawasan bisnis Cakranegara. “Kesimpulannya seperti itu, mudah-mudahan semua bisa dilaksanakan dengan baik,” tutupnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here