Beranda Lombok Timur Staf Ahli Merasa Kurang Diberdayakan

Staf Ahli Merasa Kurang Diberdayakan

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Lalu Wirabakti

LOTIM –Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang pemerintahan, salah satunya mengatur tentang tugas dan fungsi Staf Ahli Bupati. Namun beberapa tahun belakangan ini, para staf ahli daerah ini mengeluh karena merasa kurang diberdayakan. Padahal, tugas sebagai staf ahli cukup vital seperti memberikan isu strategis, dan pertimbangan pada Bupati.
“Hanya di Lombok Timur, staf ahli kurang diberdayakan. Beda dengan daerah lain seperti Lombok Barat dan Kota Mataram, sangat diberdayakan,” keluh Lalu Wirabakti, Staf Ahli Bupati Lotim bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Selong, kemarin.
Wirabakti menegaskan, mestinya selain memberikan isu strategis, melakukan kajian terhadap setiap program atau yang akan menjadi kebijakan. Justru sebaliknya, staf ahli hanya ditugaskan mewakili kegiatan di luar. Itu pun kegiatan bukan pada acara resmi pemerintahan.
Zaman Mugni sebagai staf ahli waktu lalu tutur Wirabakti, setumpuk tulisan hasil kajian program dan isu strategis yang dibuat, tak pernah digubris Bupati. “Selama ini karena kurang diberdayakan, kami di kantor hanya nganggur,” bebernya.
Staf ahli daereah lain sudah memiliki anggaran tersendiri, kendati ditumpangkan di bagian umum. Berbeda dengan di Lotim. Meski ditumpangkan di bagian umum, tapi tidak disebutkan staf ahli memiliki anggaran khusus. “Kami berharap, pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sekarang ini, keberadaan kami sebagai staf ahli bisa diberdayakan untuk bisa membantu Bupati bekerja,” harapnya seraya mengatakan, dulu ada lima staf ahli, sekarang dipangkas menjadi tiga. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here