Beranda Headline Setengah Mati Masuk Laman Portal Daftar CPNS

Setengah Mati Masuk Laman Portal Daftar CPNS

BERBAGI

MATARAM – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang pendaftarannya sudah berlangsung sejak 30 September, menuai protes dari para pelamar. Mereka mengeluhkan laman portal yang dipakai mendaftar lelet. Bahkan, tidak jarang untuk masuk pada registrasi tahap awal saja pada portal tersebut butuh waktu berjam-jam. Sehingga membuat peserta mendaftar tidak puas.
Salah seorang warga Mataram, Dini mengaku, registrasi tahap awal memakan waktu sampai tiga jam-an lebih. Pendaftaran itu, kata dia belum termasuk mendaftar pada formasi yang dibutuhkan. Sebab ada tahapan pendaftaran kedua yang harus dilalui peserta setelah tahap awal selesai. Menurut Dini, tahap pertama itu hanya bertujuan untuk mendaftar Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang nanti dipakai untuk masuk tahap kedua.
“Loading lama. Lemot sampai satu jam bahkan sampai tiga jam baru bisa daftar akun saja,” cerita Dini, kemarin.
Menurutnya, loading lama bukan karena terganggu sambungan internet. Melainkan system aplikasinya yang dinilainya bermasalah, bahkan sering muncul kalimat “web sibuk”. Kondisi itu membuat ia sedikit kecewa.
Dini mengaku awalnya semangat mengikuti seleksi CPNS tahun ini, tapi dengan laman portal yang tidak memuaskan itu membuat dia merasa sedikit jenuh. “Kita buat akun saja perjuangannya sampai mati. Apalagi daftar formasi. Awalnya semangat kita mau ikut, tapi kok jadi begini,” keluhnya.
Tidak saja Dini. Warga lainnya, Hasanah juga mengaku sangat kecewa. Pendaftaran tahap pertama telah diselesaikann namun untuk tahap selanjutnya belum. Karena terkendala dengan sejumlah dokumen yang sudah di scanning namun tidak bisa diunduh karena kapasitas filenya besar.
Warga asal Desa Kabul Praya Barat Daya, Lombok Tengah itu juga mengakui hal yang sama. Saat pendaftaran tahap pertama dilalui setengah mati. Laman portal itu baru bisa jalan apabila dibuka pada tengah malam alias waktu dini hari. Ia pernah mencoba mendaftar pada paginya, namun untuk membuka portal itu saja menunggu berjam jam. Dengan pengalamannya itu, ia berinisiatif bangun tengah malam hanya untuk mendaftar.
“Apa boleh buat, terpaksa kita bangun jam 2 jam atau 3 malam,” kata perempuan yang berencana masuk formasi kebidanan itu.
Untuk tahap berikutnya, sampai sekarang belum selesai. Sebabnya, file dokumen yang sudah discan sebelumnya harus discan ulang. Ia pun meminta pihak rental mengecilkan file tersebut. Kalau tidak, dokumen yang harus diunduh itu tidak bisa diinput. “Susah sekali kita daftar PNS ini,” keluhnya.
Terkait hal itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Fathurrahman NTB mengatakan, laman portal yang dikeluhkan peserta sepenuhnya urusan pusat, terutama teknis pengelolaan portal. Menurutnya, laman yang lemot itu akibat pendaftar yang overload. BKD daerah akan meminta solusi pusat untuk pemeliharaan jaringan, sehingga tidak dikeluhkan lagi oleh peserta.
“Kalau laman yang tidak bisa diakses itu teknisnya ada di pusat. Kita tawarkan solusinya pemeliharaan,” kata Fathurrahman dikonfirmasi terpisah.

Dengan masalah yang dialami peserta dua hari terhitung Senin (01/10), BKD provinsi telah meminta perpanjangan waktu. Jika secara nasional pendaftaran sampai 10 Oktober, BKD NTB menerima perpanjangan waktu sampai 15 Oktober ini. “Kita juga usulkan perpanjangan sampai 15 Oktober,” katanya.
Sampai pukul 16.00 wita kemarin, data yang sudah masuk mendaftar sebanyak 1.494 orang. Terdiri dari pendaftar formasi lingkup Pemprov sebanyak 54 pendaftar, KLU 69, Lobar 430, Sumbawa 151, KSB 139, Lotim 150, Dompu 139, Kota Bima 51, Kabupaten Bima 250 orang, Loteng sebanyak 296 pendaftar, dan Kota Mataram 213 orang. BKD meyakini peminat pendaftar sampai batas akhir akan terus meningkat.
BKD berpesan bagi masyarakat yang mengalami kendala bisa langsung mengunjungi kantor BKD. Mulai hari ini, BKD provinsi menyediakan media center untuk menerima konsultasi. Bahkan beberapa komputer disediakan bagi masyarakat yang mau mendaftar.
Menurut Fathur, kemungkinan fasilitas itu tidak bisa menampung pelamar dalam jumlah besar. Tetapi setidaknya peserta fasilitas itu bisa dipakai secara bergilir. “Ada ruangan di BKD kita siapkan, nyaman karena ber AC. Besok (hari ini, Red) sudah bisa dikunjungi masyarakat,” pungkasnya. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here