Beranda Headline Kapok, Perusda LTB Mati?

Kapok, Perusda LTB Mati?

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA MATI: Kondisi kantor Perusda LTB yang tidak pernah ditempati.

PRAYA — Apa kabar PT. Perusahaan Daerah (Perusda) Lombok Tengah Bersatu (LTB). Pasca para direksi Perusda masuk lubang kasus korupsi, Perusda LTB ini seakan mati? Tidak ada tindak lanjut dari pemerintah setempat. Apakah pemerintah kapok dengan kasus yang pernah terjadi?
“Memang vakum, karena belum ada direksi yang ditunjuk untuk mengelola perusahaan tersebut,” ungkap Kabag Ekonomi Setda Loteng, Ikhsan di ruang kerja, kemarin.
Ikhsan menyatakan, sebelumnya semua proses penerimaan direksi LTB itu sudah selsai dilakukan sesuai mekanisme dan aturan. Bahkan hasil seleksi sudah dilakukan hasilnya dan diserahkan kepada Bupati. Namun, karena ada aturan baru, sehingga pelamar yang sebelumnya terpaksa digugurkan. Selain itu, kebanyakan pelamar dalam perusda dari orang partai, padahal dalam aturan tidak boleh dari orang partai. Sehingga pihaknya juga harus menunggu arahan dari Inspektorat.
“Sampai saat ini memang kita akui tidak ada kejelasan dalam Perusda ini, karena bupati selaku pemilik modal juga belum menyampaikan apakah dibatalkan atau tidak,” terangnya.
Ikhsan menjelaskan, panitia sebelumnya sudah melakukan seleksi dan yang mendaftar ada empat orang. Hanya saja dalam perkembanganya, terdapat tiga nama yang lolos karena satu nama yang mendaftar telah gugur karena tidak memenuhi syarat. Hanya saja karena adanya perubahan regulasi membuat pihaknya harus menyesuaikan mekanisme dan aturan yang berlaku tentang beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon. Termasuk nantinya apakah proses yang sudah berlangsung sudah memenuhi kaedah sesuai dengan sebagaimana tertuang dalam Permandagri Nomor nomor 94 tahun 2017 yang mengatur mekanisme rekrutmen jabatan Perusda. Dimana saat ini, tidak lagi menjadi Perusda akan tetapi menjadi Perseroan Daerah dan akan masuk ke BUMD.
“Kita akan rumuskan regulasi berikut dengan mekanisme peroses penetuan direksi dan jajaranya. Karena untuk mengisi direksi ini, harus punya kontaibel, punya kapasitas kemampuan dan sertifikat untuk sepesialis dibidangnya itu,” jelas dia.
Dia mengaku sangat mendorong agar jajaran direksi segera ada agar perusda bisa bangkit. Apalagi dengan berkembangnya KEK Mandalika, dengan adanya Perusda akan sangat penting nantinya dan pihaknya percaya perusda akan berkembang lebih pesat. Namun direksinya yang terpilih nantinya paham dengan peluang bisnis.
“Kalau persuda ini mampu mengendalikan investor nantinya pastinya akan berkembang pesat,” yakin dia.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan komunikasi kembali dengan pemilik saham terkait adanya Permendagri tersebut. Karena, sebelumnya dalam menentukan calon direksi tersebut pihaknya menggunakan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).
“Kita akan coba sampaikan kepada pemilik saham Perusda,” janjinya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here