Beranda Headline Pemprov Bahas Penanganan Pasca Gempa

Pemprov Bahas Penanganan Pasca Gempa

BERBAGI
HUMAS PROVINSI FOR RADAR MANDALIKA BAHAS GEMPA: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi Wagub, Sitti Rohmi Djalillah saat melakukan Rapim dengan semua Kepala OPD, kemarin.

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di lingkup Pemerintah Provinsi agar fokus agenda kerjanya dalam rehabilitasi dan rekonstruksi yang terdampak bencana gempa bumi.
Zul mengingatkan kepada seluruh OPD terkait bencana yang sedang menimpa Palu dan Donggala, sehingga dalam hal ini Pemprov tidak bisa berharap banyak kepada bantuan dari pemerintah pusat. Pemprov kata Zul, harus lebih proaktif menangani bencana ini dengan tangan sendiri dan disesuaikan dengan kemampuan.
“Kita upayakan memfokuskan segala aktivitas kita dalam mencari celah agar terlihat geliat perekonomian masyarakat di daerah yang terdampak gempa,” terang Zul saat memimpin Rapim perdana, kemarin.
Zul juga menginstruksikan kepada pimpinan OPD untuk menghadirkan institusi-institusi dan pengusaha daerah agar dapat berkontribusi dalam keberlangsungan proses percepatan penanganan pasca gempa. Zul meminta agar mengumpulkan dan mengundang semua institusi internasional, NGO, pengusaha daerah, kemudian dipaparkan keadaan Lombok pasca bencana gempa ini. Setelah itu, meminta saran dan pendapat mereka.
“Jangan minta bantuannya, tapi minta ide untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah yang hadir dalam Rapim ini menambahkan, diharapkan semua OPD berinovasi dan bisa bersinergi dengan berbagai kepada pihak terkait progres pelaporan informasi yang valid tentang rehab dan rekonstruksi.
Rohmi menyampaikan, masing OPD sudah punya tanggung jawab untuk desa binaannya. Sehingga progres laporan penanganan desa menjadi tanggungjawab masing-masing yang harus dilaporkan secara berkala ke dua pusat komando yang telah disepakati bersama. Sehingga dua pusat ini menerima informasi yang valid.
“Dan mohon SKPD terkait melaporkan tentang Huntara, huntap, keberadaan lembaga-lembaga yang ada dan membantu desa-desa terdampak gempa. Isu-isu strategis mengenai air bersih, daerah yang berpotensi longsor agar dilaporkan secara berkala ke pusat,” perintahnya.
Rohmi juga meminta ada catatan dan monitoring terkait perjalanan dinas, sehingga dapat dilihat keefektifan dari perjalanan dinas tersebut.
“Terkait komitmen kita dalam melayani masyarakat, kalau bisa perjalanan dinas ini dilaksanakan di hari-hari efektif saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya mengatakan ribuan korban gempa Lombok-Sumbawa juga masih memerlukan bantuan pemerintah di saat tanggap darurat bencana gempabumi dan tsunami yang menerjang wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah seperti di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong saat ini, penanganan darurat juga masih dilakukan di NTB.
Sutopo menyampaikan, laporan pendampingan penanganan darurat bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat per tanggal 1 oktober kemarin akibat Gempa 6.4 SR (24 Juli 2018), 7.0 SR (5 Agustus 2018), 6.2 SR (9 Agustus 2018) dan 6.9 SR (19 Agustus 2018) yait korban gempa Meninggal Dunia (MD) 564 orang dengan rincian Lombok Utara, 467 orang, Lombok Barat 44 orang Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 9 orang Kabupaten Sumbawa 6 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat 5 Orang .
Sementara yang luka mencapai 1.584 orang dengan rincian Lombok Utara 829 orang, Lombok Barat 399 orang, Lombok Timur 122 orang, Lombok Tengah 3 orang, Kota Mataram 63 orang Kabupaten Sumbawa 53 orang dan kabupaten Sumbawa Barat 115 Orang . Yang mereka terdampak masih mengungsi 445.343 dengan rincian Lombok Utara 101.735 orang, Lombok Barat 116.453 orang, Lombok Timur 104.060 orang Lombok Tengah : 13.887 orang, Kota Mataram 18.894 orang, Kabupaten Sumbawa 49.188 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat 41.126 Orang.

Berikutnya rumah rusak mencapai 149.715 unit, total siap dibangun kembali 22.073 unit rumah, total rumah telah dibongkar 4.679 unit, total terverifikasi 124.423 unit rumah, total telah di SK kan 95.882 unit rumah, total buku telah terbit 17.464 unit rumah, total buku tabungan telah berisi saldo 2.623 unit, total Pokmas terbentuk 54 TIM, Rumah Risha 348 KK dan Rumah Non Risha 60 KK dengan rincian di Lombok Utara 38.497 unit dimana rumah siap dibangun kembali 13.184 unit rumah terverifikasi 13.894 unit, telah di SK kan 24.072 unit dan juga buku terbit 10.620 unit berisi saldo 1.478 unit dan Jumlah Pokmas 24. Untuk Lobar, 55.497 unit, rumah siap dibangun kembali 3.301 unit, rumah Terverifikasi 70.807 unit, SK 37.828 unit, buku terbit 699 unit, Jumlah Pokmas 15 Tim berminat Risha 149 KK dan Non Risha 60 KK.

Berikutnya Lotim, 15.642 unit terdiri dari rumah siap dibangun kembali 4.066 unit rumah telah dibongkar 2.619 unit rumah Terverifikasi 17.862 unit dan di SK kan 16.938 unit. Kemudian di Lombok Tengah sebanyak 11.232 unit terdiri dari rumah telah dibongkar 1.711 unit, rumah siap di bangun kembali 300 unit, rumah Terverifikasi 20.353 unit, SK 6.303 unit, buku terbit 2.498 unit berisi saldo 799 unit. Adapaun yang berminat Risha 199 KK dengan jumlah Pokmas 39 Tim. Di Mataram 4.446 unit rumah siap di bangun kembali 99 unit, rumah Terverifikasi 1.507 unit, SK 1.507 unit buku terbit 1.566 unit. Selanjutnya di kabupaten Sumbawa 9.040 unit rumah siap dibangun kembali 513 unit, umah telah dibongkar 509 unit, SK 3.270 unit dan Kabupaten Sumbawa Barat 15.361 unit rumah siap dibangun kembali 610 unit, SK 5.919 unit, buku terbit 2.081 unit berisi saldo 346 unit.
Untuk data Kerusakan Fasum dan Fasos 3.818 unit terdiiri dari total fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 145 unit, fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 68 unit, fasilitas Kesehatan siap dibangun kembali 2 unit, fasilitas Perkantoran siap dibangun kembali 8 unit dengan rincian di Lombok Utara 609 unit terdiri dari fasilitas Kesehatan 90 unit, Peribadatan 244 unit, Pendidikan 275 unit, Peribadatan siap dibangun kembali 44 unit dan Pendidikan siap dibangun kembali 13 unit. Kemudian di Lombok Barat ada 526 unit dengan asilitas Kesehatan 84 unit, Peribadatan 108 unit, Pendidikan 294 unit, Perkantoran 26 unit, Pasar 7 unit, Jembatan 7 unit, Peribadatan siap dibangun kembali 60 unit dan Pendidikan siap dibangun kembali 21 unit.

Di Lombok Timur 1.865 unit terdiiri dari fasilitas Kesehatan 35 unit, fasilitas Peribadatan 535 unit, Pendidikan 1.295 unit, Peribadatan siap dibangun kembali 15 unit, Pendidikan siap dibangun kembali 4 unit dan Perkantoran siap dibangun kembali 1 unit. Di Lombok Tengah 357 unit terdiri dari fasilitas Kesehatan 95 unit, Peribadatan 50 unit, pendidikan 212 unit, pemerintahan siap dibangun kembali 1 unit dan pendidikan siap dibangun kembali 2 unit. Kota Mataram 176 unit terdiri dari fasilitas Kesehatan 21 unit, peribadatan 144 unit, pendidikan 11 unit, fasilitas pendidikan siap dibangun kembali 8 unit. Kabupaten Sumbawa 285 unit terdiri dari fasilitasKesehatan 21 unit, Peribadatan 156 unit, Pendidikan 89 unit, Perkantoran 19 unit, Peribadatan siap dibangun kembali 6 unit, Pendidikan siap dibangun kembali 13 unit dan Perkantoran siap dibangun kembali 6 unit
Dan kabupaten Sumbawa Barat masih dalam Pendataan sementara yang bisa didata fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 6 unit, Pendidikan siap dibangun kembali 7 unit dan Kesehatan siap dibangun kembali 2 unit.
Terakhir Sutopo menyebutkan, kebutuhananatara lain Logistik permakanan (MSS), Air bersih, MCK, dan sanitasi, Layanan kesehatan dan trauma healing, Hunian sementara berupa terpal / tenda (untuk warga yang mengungsi komunal atau mengungsi mandiri di depan rumahnya), Selimut, Keamanan petugas dan warga, Kebutuhan bayi dan balita, Tenda terpal untuk fasum dan fasosisal yaitu tikar, kelambu. BPNB juga memberikan Rekomendasi diantaranya percepatan penetapan SOP perbaikan rumah rusak, dukungan perkuatan huntara, himbauan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah dan Percepatan proses verifikasi oleh Pemda. (adv/cr-jho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here