Beranda Headline Pedagang Pindah ke Pasar Sementara

Pedagang Pindah ke Pasar Sementara

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PINDAH: Para pedagang pasar Gunungsari mulai membangun lapak los dagangannya di pasar darurat, kemarin.

LOBAR —Pedagang pasar Gunungsari mulai pindah ke pasar sementara, kemarin. Lokasi pasar sementara terletak pada lahan seluas 2 hektare milik Pemkab Lobar yang berada di belakang GOR mini Kecamatan Gunungsari. Di lokasi tersebut, sebagian pedagang terpaksa membangun lapak sendiri. Lantaran bantuan los lapak yang diberikan Baznas dan tenda dari kementerian, tidak mencukupi. Para pedagang ini membangun los lapak dengan cara swadaya. Pondasi dibuat agar tidak tergenang saat hujan tiba. Mengingat lahan yang dipergunakan itu merupakan tanah persawahan.
Seperti dilakukan Hj Nurul. Pedagang bumbu dapur ini mengaku harus merogok koceknya sekitar Rp 1,3 juta untuk lapak berukuran 1,5 meter persegi. “Ada bantuan (los lapak), cuma nggak cukup buat kita,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Inaq Mena. Meski tidak terlalu nyaman dengan lokasi berjualan yang sekarang, ia ia dan pedagang lain tidak bisa berbuat banyak demi dapat kembali berdagang. “Ya nyaman nggak nayaman, mau gimana lagi,” ujarnya pasrah.
Sementara Kepala Pasar Gunungsari, Taufiq mengatakan, proses relokasi dimulai kemarin. Sebab, pasar Gunungsari tidak memungkinkan lagi untuk dipergunakan karena rusak akibat gempa. Sesuai hasil pengecekan yang sudah dilakukan Pemkab bersama BNPB dan kementerian.
Terdapat sekitar 475 pedagang yang pindah ke pasar darurat. 55 diantaranya toko. Namun masih ada pedagang dan toko yang belum pindah. “Rata-rata yang kena musibah, rumahnya rusak berat. Itu belum keluar,” jelasnya.
Pembagian lapak pada los dagang, bervariasi. Disesuaikan dengan jenis dagangan. Mulai dari ukuran 1,75 meter persegi sampai 2 meter persegi lebih. Pembangunannya pun dilakukan dengan swadaya, atau patungan. Selain itu terdapat bantuan los dari Baznas pusat sebanyak 100 unit lapak. Selain bantuan dari kementerian berupa tenda 25 unit. “Beroperasi sudah mulai hari ini, kalau normalnya kemungkinan seminggu lagi,” ujarnya.
Para pedagang pun dikenakan retribusi dari Pemkab Lobar sebesar Rp 2 ribu perharinya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here