Beranda Kriminal Bawa Barang Haram Senilai 3,2 Miliar ke Lombok

Bawa Barang Haram Senilai 3,2 Miliar ke Lombok

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KURIR ANTAR NEGARA: WNA Asal Perancis inisial, DF berserta barang buktinya, kemarin.

WNA Asal Perancis Diciduk di Bandara

MATARAM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis inisial, DF diciduk petugas Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram. DF ditangkap karena membawa barang haram senilai Rp 3,2 miliar ke Lombok. Barang haram yang ia bawa sabu dan ekstasi seberat 2.447,95 gram yang tersimpan di dalam kopernya, Jumat (21/9) lalu.

Direktorat Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Yus Fadillah menerangkan, barang haram tersebut dibawah DF dari Perancis yang sebelumnya transit di Bandara Singapura menuju Lombok. Hanya saja, ketika landing di Bandara Lombok, koper milik DF terbaca alat X-Ray milik Coustum membawa barang yang mencurigakan.
Saat DF diminta membuka isi koper berwarna hitam tersebut, DF langsung melarikan diri keluar dari ruang pemeriksaan. ‚ÄúPetugas Custom sempat kejar-kejaran dengan DF dan akhirnya berhasil ditangkap,” cerita Yus dalam jumpa pers, kemarin di Mataram.
Sebelumnya juga, petugas melihat gelagat DF yang mencurigakan. Petugas pun langsung membongkar koper pelaku. Dimana di kantung sisi ditemukan barang haram itu sudah dikemas dalam bungkusan terpisah.
Anehnya, kata Yus DF sempat meminta petugas untuk menembak dirinya saat ditangkap. DF Lebih memilih ditembak daripada di hukum mati.
Yus menambahkan, dalam kasus ini DF merupakan kurir profesional yang diupah senilai 500 uro setara Rp 87 juta hanya mengantar barang hingga Lombok.
Hasil pemeriksaan, kurir jaringan antara negara ini, DF belum mau banyak memberikan keterangan. “Ini orang tidak mau ngaku, yang jelas DF diupah mengantar sampai Lombok dan nanti akan ketemu dengan jaringan penerima. Namun keburu ditangkap, malah tidak mau mengaku,” ujar dia.
Hasil penangkapan ini, Yus mengklaim mampu menyelamatkan sebanyak 31 ribu jiwa. Kini DF bersama barang bukti berupa dua koper berisi narkotika tersebut telah diamankan di Polda NTB.
Atas perbuatan DF dikenakan pasal 114 (2) , pasal 113 (2) dan pasal 131 UU 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal penjara 20 tahun. Dalam hal ini, pihak Polda mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Perancis memberitahukan bahwa ada kewarganegaraannya melakukan tindakan Narkoba di Lombok, NTB.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Mataram, I Wayan Tapamuka mengaku penangkapan itu atas kerjasama pihak TNI, Angkasa Pura dan Polisi. Barang yang dibawa kata dia, disembunyikan dilapisan dinding koper. Memang, tidak semua penumpang diperiksa barangnya. Hanya saja, DF sedikit mencurigakan sehingga diperiksa.
“Petugas di sana yang lebih tahu. Kami tidak bisa menjelaskannya,” katanya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here