Beranda Praya Metro Anggaran Ludes, Droping Air Bersih Distop

Anggaran Ludes, Droping Air Bersih Distop

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA HABIS ANGGARAN: Pihak BPBD saat menyalurkan air bersih kepada warga yang dilanda kekeringan, belum lama ini.

PRAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menghentikan droping air bersih kepada warga. Hal itu dilakukan karena terkendala anggaran yang sudah ludes.
Kepala BPBD Loteng, H Muhammad mengungkapkan, sekarang pihaknya terpaksa menghentikan penyaluran air bersih. Namun untuk mengatasinya, pihaknya saat ini terpaksa mencari bantuan kepada pihak ketiga.
“Bagaimana kita melajutkan penyaluran air bersih. Anggaran kami sudah habis,” ceritanya vulgar kepada media, kemarin.
Untuk mengatasi kekeringan ini, memang membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, pihaknya mencatat sekitar delapan kecamatan dilanda kekeringan. Ini akibat tidak pernah turun hujan dan mata air di wilayah setempat yang terus menyusut. Adapun kecamatan yang tidak terkena kekeringan, Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara (BKU), Pringgarata dan Kopang. Sedangkan delapan Kecamatan lainya saat ini dilanda kekeringan.
“Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi permasalahan tersebut,” cerita dia.
Selain itu, yang membuat anggarannya habis karena memang pihaknya bukan hanya membantu warga yang memang dilanda kekeringan saja. Tapi karena anggarannya memang dialihkan kepada korban gempa dan yang lainnya.
Namun, setelah mencari bantuan kepada pihak ketiga, pihaknya sudah mendapat beberapa dukungan. Salah satunya, PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), ada sekitar 50 tangki air bersih.
“Kita mohon maklum, kondisi sekarang ini,” tuturnya.
Ia mengaku, dari hasil analisa dan belajar dari tahun- tahun sebelumnya, jika permasalahan kemarau ini akan bisa diselesaikan hingga bulan Oktober. Mengingat, pada bulan Oktober itu diprediksi sudah turun hujan, hanya saja yang menjadi masalah nantinya ketika hujan turun adalah banjir bandang yang kerap melanda masyarakat.
“Yang jelas paling telat November sudah turun hujan,” katanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here