Beranda Mataram Uniknya Perhelatan Pernikahan Pasangan Relawan Gempa

Uniknya Perhelatan Pernikahan Pasangan Relawan Gempa

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA UNIK: Pasangan pengantin Farizal Pranata Bahri bersama Delina foto bersama tamu saat resepsi pernikahannya, kemarin

Bertemu di Lokasi Bencana, Konsep Pernikahan Ala Pengungsian

Gempa bumi ternyata membawa kisah asmara tersendiri bagi Farizal Pranata Bahri. Pria yang akrab disapa Rizal ini, bertemu belahan hatinya di saat menjadi relawan gempa bumi.
RIRIN FITRIANA-MATARAM
MINGGU (30/9), tepat pukul 08.00 Wita, Rizal mengucap ijab kabul untuk menjadikan Delina pendamping hidupnya. Disaksikan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Rizal menikah setelah bertemu Delina di lokasi pengungsian korban gempa pada 2 September lalu.
Iya, tidak butuh waktu lama bagi Rizal memutuskan mempersunting Delina. Keduanya bertemu saat sama-sama menjadi relawan gempa. Rizal adalah relawan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), sedangkan Delina adalah relawan LDP Kementerian Sosial (Kemensos). “Begitu ketemu, Rizal langsung minta untuk menikahi Delina,” cerita Ketua LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati.
Pernikahan pun dirancang pasangan Rizal-Delina dengan konsep ala di lokasi pengungsian. Mulai dari penggunaan tenda bagi pengungsi milik Kemensos untuk tempat para undangan, hingga mengerahkan mobil Kemensos yang biasa dipakai untuk dapur umum sebagai tempat menyediakan konsumsi bagi para tamu. Tiga tenda berwarna biru itu dipasang di Lapangan Rembiga, kemarin.
Di undangan pernikahannya pun sudah beda dari yang lain. Sekelumit kalimat yang menggambarkan cerita singkat perjalanan cinta Rizal-Delina, tertulis di undangan. “Jodoh itu dekat. Ada “jodoh” di pos layanan dukungan psikologi sosial dan akan terlaksana prosesi akad nikah oleh dua orang relawan LPAI dan LDP Kemensos. Bukti dari kebesaran Allah bahwa memang jodoh tidak lari kemana”. So sweet ya…
Di pojok kanan undangan pun tertulis, hadiah pernikahan akan disalurkan untuk korban gempa. Memang mulia niatan kedua mempelai. Begitu datang, tamu mengisi buku tamu. Lantas memasukkan uang ke kotak bertuliskan sumbangan bagi korban gempa.
Rizal yang merupakan putra pasangan Serma Saiful Bahri (Purn) dengan Haryana Suzana ini mengakui, sengaja memilih konsep pernikahan ala pengungsi. Tak terlalu ribet. Bahkan, para tamu bebas berpakaian apapun. “Nggak harus pakai batik,” kata Rizal yang ditemui sehari sebelum akad nikah.
Bahkan di pelaminan, Rizal dan Delina yang sudah sah sebagai suami istri menggenakan rompi sebagai identitas mereka sebagai relawan. Seperti Delina dengan rompi bertuliskan, Tim Layanan Dukungan Psikososial. Termasuk sejumlah tamu, penerima tamu hingga panitia acara. Unik ya…
Mengutip ucapan Wali Kota Mataram usai menjadi saksi pernikaan Rizal-Delina. Di balik bencana, Allah tunjukkan kuasa-Nya. Mempertemukan dua hamba-Nya, dan akhirnya mempersatukan mereka berdua dengan ikatan suci. Selamat menempuh hidup baru Rizal-Delina, semoga langgeng hingga maut memisahkan. Amin… (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here