Beranda Headline Prako Kembali Memanas

Prako Kembali Memanas

BERBAGI
ILUSTRASI

Warga Tolak Penunjukan Penjabat Kades

LOTENG —Desa Persiapan Prako Kecamatan Janapria kembali menuai polemik. Kali ini lantaran penunjukan penjabat kepala desa yang dinilai tidak prosedural.
Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Loang Maka, Kamarudin menuturkan, awalnya pemerintah desa dan masyarakat mengusulkan hanya dua nama kepada pemerintah daerah sebagai penjabat, yakni Makbul Ramen dan H Ihsan. Selanjutnya Camat Janapria, H Mahlan meminta pemerintah desa persiapan dan masyarakat bermusyawarah terkait usulan tersebut. Namun selang beberapa hari, camat tiba-tiba melantik salah seorang stafnya, yakni H Satar tanpa bermusyawarah dengan masyarakat maupun pemerintah desa.
“Kan sudah ada hasilnya, kok Pak Camat nunjuk yang lain,” sesalnya.
Kebijakan ini pun sangat melukai perasaan masyarakat setempat. Sebab camat seakan-akan tidak mengindahkan aspirasi masyarakat dan melanggar perintahnya sendiri.
“Kalau Camat sudah memiliki ‘jagoan’ sendiri, seharusnya jangan minta kami bermusyawarah,” jelasnya.
Atas kebijakan tersebut, dirinya mewakili masyarakat meminta pemerintah kabupaten segera bersikap. Jika tidak, dikhawatirkan hal ini dapat menimbulkan gejolak dan merusak kondusifitas di tengah masyarakat.
“Warga Prako baru saja merasakan kedamaian setelah sekian lama berpolemik lantaran pemekaran desa. Kalau kebijakan ini dibiarkan, jangan salahkan kami jika Prako kembali memanas,” ungkap Kamarudin.
Sementara Kadus Prako Lauk, Mi’raj menambahkan, dalam kasus ini camat mestinya lebih cerdas dalam membaca kondisi masyarakat, bukan justru menjadi provokator.
“Camat atau pun DPMD tidak bisa seperti ini. Semuanya harus diselesaikan,” pintanya.
Selain itu lanjut dia, penjabat yang ditunjuk seharusnya orang yang memahami seluk beluk dan karakteristik masyarakat Prako. Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Dimana penjabat yang ditunjuk bukan warga Prako dan sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan masyarakat Prako.
“Kalau H Satar memaksakan diri masuk ke kantor, bisa bahaya! Kami khawatir masyarakat akan ngamuk nanti,” tegasnya.
Menanggapi permintaan sejumlah warga, Camat Janapria, H Mahlan yang dikonfirmasi Radar Mandalika mengaku jika yang mempersoalkan penunjukan H Satar sebagai penjabat Kades Persiapan Prako hanya segelintir warga. Sehingga ia menilai pengangkatan dan pelantikan H Satar sudah sesuai aturan. Selain itu, dirinya mengaku hanya sebagai pengusul dan yang berwenang menunjuknya adalah Bupati.
“Memang sejak awal warga Desa Persiapan Prako ini ada dua kubu, makanya sulit bisa sepakat,” cetusnya.
Untuk diketahui, pengusulan nama penjabat Kades persiapan ini setelah penjabat sebelumnya meninggal. Awalnya, disampaikan surat kepada kecamatan dari kubu timur yang berisi permintaan agar penjabat diisi oleh H Mustapa yang berasal dari wilayah kubu timur, yakni Dusun Tarekat. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak siap dan tidak melampirkan persyaratan yang diminta. Hal ini pun membuatnya tidak bisa melanjutkan usulan tersebut. Selanjutnya, selang beberapa hari kembali ada surat masuk ke kecamatan yang ditandatangani oleh 31 perwakilan tokoh masyarakat. Surat itu berisikan permintaan agar penjabat berasal dari luar Desa Persiapan Prako. Tidak berpikir panjang, ia pun mengusulkan kepada Bupati selaku pemberi SK agar salah satu stafnya atas nama H Satar untuk menjadi penjabat.
“Itu kronologisnya. H Satar juga sudah masuk sejak Selasa (25/9) lalu,” ungkapnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here