Beranda Lombok Timur OPD Dinilai Kurang Bersinergi

OPD Dinilai Kurang Bersinergi

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Akhmad Roji

LOTIM – Kemajuan pariwisata Lombok Timur (Lotim), belum signifikan. Sinergi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memajukan pariwisata daerah ini, juga dinilai kurang. Kendati berbagai cara promosi sudah dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) maupun Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim.

Ketua BPPD Lotim, Akhmad Roji, kepada Radar Mandalika mengatakan, minimnya sinergi OPD dalam memajukan pariwisata daerah ini sudah sejak lama. Padahal, mereka memiliki peran masing-masing dalam memajukan pariwisata tersebut. Tidak ada anggaran, menjadi dalih utama para OPD tidak banyak terlibat dalam membangun dan memajukan pariwisata Lotim. “Selalu anggaran dan anggaran menjadi alasan OPD kita,” kritik Akhmad Roji, Ketua BPPD Lotim, di kantor Bupati belum lama ini.
Baginya, anggaran untuk membangun dan memajukan pariwisata di OPD lain, menjadi urusan kesekian. Karena banyak cara dalam memajukan pariwisata sesuai bidang dan kemampuan di OPD masing-masing. Yang terpenting, para OPD terlibat aktif disetiap kegiatan pariwisata. Bukan sekadar menjadi penonton dari kejauhan.
Satu contoh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), bagaimana membangun infrastruktur pariwisata seperti jalan dan Fasilitas Umum (Fasum) serta lainnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), menekankan seperti apa kebudayaan daerah ini, peningkatan pembelajaran bahasa inggris secara formal maupun non formal. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), melalui pemerintah desa. Mengingat di tingkat desa banyak potensi dan kearifan lokal yang bisa diberdayakan dan sebagainya.
Artinya, tidak ansih membangun dan memajukan serta promosi pariwisata ini, menjadi beban Dispar dan BPPD saja. Akan tetapi, semua memiliki peran masing-masing. “Bagi kami, sinergi dulu. Karena soal pariwisata ini bagaimana mendatangkan orang luar. Bukan jeruk minum jeruk,” tegasnya.
Dicontohkan Roji, mengajak para OPD melihat Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Semua OPD terlibat aktif dalam membangun pariwisata di daerah tersebut. Adanya sinergi, didukung anggaran semua OPD, sehingga pariwisata daerah itu menjadi salah satu idola. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi, meningkat drastis di sektor pariwisata. “Beda dengan kita di Lombok Timur. Malah ketika kita mengadakan even, jarang mau hadir. Apalagi mau diminta anggaran untuk mendukung kegiatan kita,” sindir Roji lagi.
Ia mengungkapkan, membangun pariwisata dengan menyiapkan fasilitas pendukung, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar Bupati. Terdapat beberapa catatan BPPD, yang akan disodorkan pada Bupati, sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk pariwisata Gumi Patuh Karya ini. Sebab, dari segi infrastruktur pendukung masih jauh dari kata layak, cukup dan aman. Artinya dalam hal anggaran, Bupati juga harus pro pada pariwisata.
“Sekali lagi, yang terpenting sinergi, didukung anggaran, keamanan dan lainnya. Insya Allah pariwisata kita akan maju. Imbasnya, PAD akan meningkat,” tutup Roji. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here