Beranda Headline Mengenal Para Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah (5-Habis)

Mengenal Para Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah (5-Habis)

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Usman Faesal

Jadi Komisioner Bawaslu, Namun Tetap jadi Guru Ngaji

Nasib memang sudah diatur. Sama halnya dengan Usman Faesal warga Dusun Tenten Lauk, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang. Dia merupakan anak pengembala sapi yang sukses menjadi seorang komisioner di Bawaslu Loteng.
DIKI WAHYUDI-LOTENG
MENIKAH pada tahun 2011 itu, Usman memiliki mimpi begitu besar sejak masih duduk di bangku SDN Lendang Terong. Saat masuk SMPN 1 Batukliang, dia pun terus berpikir keras untuk bagaimana dirinya kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak.
“Cita-cita dan mimpi saya, mau jadi orang bermanfaat saja,” kata Usman.
Ia menceritakan, saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA)/sederajat. Ia melanjutkan sekolahnya setahun di MA Uswatun Hasanah, dan pindah ke SMAN 1 Batukliang. Sementara mengejar S1 ia melanjutkan pencarian ilmu di IAIN Mataram waktu itu.
Dia membeberkan biodatanya, pria ini lahir di Dasan Baru tanggal 31 Desember 1983. Dan memutuskan masa lajangnya dengan mempersuntingi perempuan cantik pilihannya Lili Suryani, seorang guru TK asal Lombok Timur. Sekarang, ia dikaruniai dua orang anak. Malika Hasna Azalia Usman dan Aisha Ramadhania Usman. “Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana hidup di gubuk yang dikelilingi pohon bambu,” ceritanya.
Usman menambahkan, kedua orang tuanya selalu memberikan semangat dan motivasi dari kecil hingga dewasa, agar menjadi orang yang bermanfaat. Ia membeberkan juga, Usman lahr dari 13 bersaudara dari 2 ibu. Orang tua bekerja sebagai petani di Dusun Tenten Lauk Desa Bujak.
Soal pengalaman berorganisasi, Usman juga tidak diragukan lagi. Sejak menjadi mahasiswa ia beberapa kali memegang kendali sejumlah organisasi. Tahun 2007 menjadi Waketum IPNU NTB, Ketua Bidang III Komisariat PMII Cabang Mataram, Ketua Bidang III Pengurus Cabang PMII Mataram tahun 2008 sampai 2009.
Sementara untuk pengalaman kerja, menjabat Ketya PPS Pilkada 2010, Divisi Teknis PPK Batukliang Pilgub, PPK Batukliang Pileg dan Pilpres 2014, Ketua PPK Batuliang Pilbup 2015, Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Loteng, dan sekarang menjabat Kordiv Hukum, data dan informasi Bawaslu Loteng nama barunya.

Ia menambahkan, kendati memiliki jabatan di Bawaslu. Namun kewajiban menjadi guru ngaji di kampung tetap ia jalankan. “Jadi kalau menjadi guru ngaja sejak lama,” ceritanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here