Beranda Praya Metro Ketika Nelayan di Awang Menggunakan Elpiji 3 Kg

Ketika Nelayan di Awang Menggunakan Elpiji 3 Kg

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA UJI COBA: Pihak Kementerian ESDM saat mencoba menaiki perahu nelayan dengan menggunakan bahan bakar elpiji, Senin pekan lalu.

Hematkan BBM, Orang Kementerian Langsung Uji Coba

Perhu yang biasa digunakan para nelayan di Awang Desa Mertak, Kecamatan Pujut seperti biasa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis peremium atau bensin. Namun kali ini, para nelayan di sana mengubah cara lama dengan menggunakan LPG atau elpiji menjadi bahan bakar mesin perahu mereka.
MUH. JAYADI-PRAYA

SENIN pagi pekan lalu, sekitar pukul 8.00 Wita bertempat di Pelabuhan Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut puluhan nelayan berkumpul di sana. Demikian juga perahu para nelayan terlihat parkir rapi di pesisir pantai setempat. Mereka tidak seperti biasanya. Ada apa?
Ternyata, para nelayan ini hendak menunggu kedatangan rombongan Kementerian ESDM yang dijadwalkan datang untuk memberi bantuan mesin perahu menggunakan elpiji.
Setiba rombongan di lokasi, Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT juga menyambut kedatangan orang pusat ini. Usai memberikan bantuan, sejumlah petinggi Kementerian ESDM pun mencoba menaiki perahu yang beralih bahan bakar dari BBM menjadi epiji 3 kg tersebut.
Dalam uji coba ini, rombongan kurang lebih satu jam keliling di perairan setempat. Rombongan pun kembali ke pelabuhan. Salah satu nelayan setempat, Mashuri menceritakan, dengan menggunakan bahan elpiji ini merupakan cara baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Dia mengaku, selama menggunakan bahan bakar elpiji, cukup menghemat biaya operasionalnya dan meningkatkan pendapatan nelayan.
“Saya baru-baru ini pindah menggunakan elpiji. Ya alhamdulillah, lebih hemat. Kalau biasanya sekali turun melaut menghabiskan 5 hingga 6 liter bensin, dengan elpiji ini, cukup dengan elpiji 3 kg saja,” ceritanya.
“Perahu saya tetap melaju normal seperti saat menggunakan BBM,” tambahnya.
Namun demikian, ternyata belum seluruh nelayan mendapatkan bantuan elpiji sebagai bahan bakar mesin perahu mereka. Baru sekitar 500 nelayan yang mendapatkan bantuan tersebut. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here