Beranda Mataram Kerja Pengawasan Bawaslu Lebih Berat

Kerja Pengawasan Bawaslu Lebih Berat

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERI SAMBUTAN: Gubernur NTB, Zulkieflimasnyah saat memberi sambutan dalam Rakor Evaluasi Pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, Sabtu (29/09) lalu di Mataram.

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimasnyah meminta pihak yang terlibat dalam mengawal proses politik, utamanya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) senantiasa menegakkan aturan main, disiplin, dan saling menghormati. Menurut Gubernur, berkecimpung dalam dunia politik, dituntut pandai mengendalikan perasaan dan pikiran. Nmun harus tetap fleksibel dan berintegritas.

Namun hal yang utama kata Zul sapaan akrabnya, agar badan pengawasan bisa menegakkan aturan main. Sesuai peraturan perundang udangan yang berlaku. “Tegakkan aturan, disiplin serta saling menghargai. Ini yang penting,” pesan Gubernur dalam acara Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, Sabtu (29/09) lalu di Mataram.
Gubernur juga menekankan pentingnya rapat evaluasi seperti yang digelar Bawaslu. Evalusi itu sebagai salah satu cara mempersiapkan diri, agar kedepannya bisa lebih siap dan waspada dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pemilu. Sepintas Gubernur juga mengapresiasi kinerja Bawaslu NTB pada Pilkada serentak 27 Juni lalu.
Bawaslu dinilai telah bekerja dengan baik, dan berhasil dalam mengawal kontestasi Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu di NTB. Meski tidak lepas dari ada tindakan pengawasan yang dialami kurang baik saat dirinya menjadi calon. Dimana Zul saat itu pernah dibubarkan acara kampanye di salah satu lokasi pertemuannya di Sumbawa. “Alhamdulillah, Pilkada kemarin telah berjalan lancar. Disamping karena kepiawaian pihak KPUD, juga berkat kinerja seluruh jajaran Bawaslu, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga wilayah kecamatan,” kata Gubernur di hadapan seluruh peserta rakor yang hadir.
Kedepannya, Gubernur berharap cara kerja Bawaslu ini bisa terus dilanjutkan. Sehingga konsolidasi demokrasi di NTB akan terus berlangsung baik.
Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan, tugas Bawaslu pada Pemilu serentak tahun 2019 mendatang berat. Selain mengawasi pelaksanaan Pileg, juga berbarengan dengan pengawasan kampanye serentak untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Serta pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil NTB. Dalam pelaksanaannya serentak. Masyarakat NTB akan mencoblos lima lembar surat suara. Yaitu DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Lembar surat suara Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPD. “Ini pengawasan serentak pertama yang akan dilakukan Bawaslu dalam pemilu di Indonesia,” kata Abhan dalam sambutannya.
Menurut Abhan, tantangan pemilu nasional itu tentu tidak sama dengan Pilgub di NTB, yang kontestannya hanya empat. Sementara di tingkat nasional, yang diawasi akan sangat banyak. Ada 16 partai yang calegnya banyak. Mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota. Sehingga akan lebih banyak akan diawasi oleh jajaran penyelenggara pemilu. “Tentu dinamika di lapangan akan berbeda,” terangnya.
Abhan menekannan kerja pengawasan harus dilakukan betul profesional. Dalam konteks itu, maka evaluasi dinilainya sangat penting untuk menghimpun kembali apa saja yang kurang dari pengawasan yang lalu, untuk kemudian diatur kembali strategi agar pelaksanaan pemilu selanjutnya bisa lebih baik lagi. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here