Beranda Headline Mengenal Para Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah (4)

Mengenal Para Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah (4)

BERBAGI

Putra Asal Desa Tumpak yang Kini Jadi Kebanggaan Keluarga

Memiliki mimpi menjadi orang sukses, sudah lama dia impikan. Perlahan, impiannya pun tercapai, bahkan sekarang ia mendapatkan amanah menjadi salah satu komisioner di Bawaslu Lombok Tengah. Harun Azwari namanya asal Desa Tumpak, Kecamatan Pujut.

DIKI WAHYUDI-LOTENG

PRIA ini beralamat tinggal di Dusun Bongak, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Loteng. Ia lahir tanggal 1 Juli 1986 silam. Sekarang Harun sapaan akrabnya, mendapatkan amanah menjadi Kordiv Sengketa pada Bawaslu Loteng.
Sebelumnya, dia banyak bergabung di sebuah organisasi. Mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram periode 2008 sampai 2009. Lanjut LP Ma’arif Loteng periode 2012 sampai 2016. Pernah menjadi Ketua Umum Majelis Permsyawaratan Mahasiswa IAIN Mataram 2007, Ketua Komisariat PMII IAIN MATARAM 2008, Pengurus Cabang PMII Mataram tahun 2009. Dan pengurus Karang Taruna Desa Tumpak periode 2008 sampai 2012.

Selain itu, Harun pernah juga bergabung di Lembaga Lombok Reserch Center (LWR) yang bergerak pada bidang pembaredayaan masyarakat marginal hingga tahun 2016. Untuk pengalaman kerja di luar sebagai penyelenggara pemilu dan pengawas, dia juga pernah menjadi tenaga pengajar atau dosen luar biasa di IAIN yang kini berubah nama menjadi UIN Mataram hingga 2017.
Untuk pengalaman kerja menjadi seorang pengawas Pemilu juga ada. Pernah menjadi Koordinator JPPR Kecamatan Cakra Timur tahun 2008, koordinator JPPR Lombok Tengah tahun 2013, Panwascam Pujut 2015, dan Panwascam Pujut tahun 2017. Sementara untuk akhir pendidikan yang ia pernah tempuh, menyelsaikan S2 di UII Yogyakarta tahun 2012.

“Saya lahir di tengah keluarga yang sederhana,” ceritanya pada Radar Mandalika.

Katanya, kondisi keterbatasan ekonomi keluarga dia tidak menyurutkan langkah untuk menyelsaikan pendidikan hingga pasca sarjana serta menggapai cita-cita menjadi orang sukses dikemudian hari. Ada dua hal yang menjadi spirit dia menjalani kehidupan ini, hingga pria ini menjadi salah satu komisoner Bawaslu.

“Keyakinan bahwa pada dasarnya semua orang tampa terkecuali memiliki hak yang sama untuk meraih apa yang menjadi keinginannya. Kedua dalam menguatkan keyakinan itu saya tidak akan bernah melangkah sebelum mencium telapak kaki ibu saya sebagai bentuk permintaan restu,” ujarnya. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here