Beranda Headline Zul Bangkitkan Pariwisata NTB

Zul Bangkitkan Pariwisata NTB

BERBAGI
HUMAS PROVINISI NTB FOR RADAR MANDALIKA RAKOR: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat rakor bersama Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Wijanarko Setiawan, kemarin di Mataram.

Tambora NTB Sebagai Cagar Biosfer, Mekaki Marathon Segera Digelar

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimasnyah tancap gas membahas seputaran pariwisata di NTB. Kemarin sejumlah agenda pertemuan yang berkaitan dengan pariwisata dihelat politisi PKS itu. Saat rakor bersama Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Pemprov membahas soal Tambora yang mana dilihatnya sangat berpotensi untuk dijadiakan sebagai cagar biosfer.
Zul menyampaikan, meletusnya gunung Tambora disebutnya merubah wajah Eropa seperti sekarang ini. Atas dasar itu Pemprov akan menjadikan Tambora sebagai satu Cagar Biosfer.
Zulkieflimansyah menyampaikan, topik terkait kawasan Tambora itu sangat menarik, pesona Tambora sungguh luar biasa tetapi miris pengelolaannya. Sarana prasarana yang belum tersedia, area yang luas namun belum bisa termanfaatkan dengan baik dan beberapa hal lain yang belum mendukung menjadi fokus perhatian yang harus dikedepankan.

“Saya sangat optimis dengan keberadaan Kemenko PMK, dalam waktu yang tidak terlalu lama Tambora bisa menyusul Rinjani menjadi kebanggaan dunia,” katanya, kemarin.
Rakor yang juga dihadiri oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Wijanarko Setiawan ini, bertujuan untuk membahas program yang bisa dikembangkan, sehingga perlu adanya sinergi dalam pengembangan kawasan tambora secara menyeluruh.

Pada kesempatan yang sama Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Wijanarko Setiawan mengatakan, bahwa hal mendasar perwujudan Tambora menjadi cagar biosfer adalah dalam rangka membantu dan mendorong perwujudan kesejahteraan masyarakat, dengan seluruh potensi yang dimiliki.
“Kedepan kita harus berupaya untuk melengkapi syarat-syarat yang diminta, sehingga ada label Biosfer bagi pengembangan kawasan Tambora,” tutup Wijanarko.

Sementara itu pada pertemuan dilain tempat, gubernur menerima panitia Mekaki Marathon yang melaporkan bahwa NTB akan segera menggelar even yang telah sukses terselenggara di tahun 2017 itu. Seperti dilaporkan panita bahwa Mekaki Marathon kedua akan kembali digelar pada tanggal 28 Oktober 2018 mendatang di Teluk Mekaki Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Dari laporan tersebut hal pertama yang ditelisik oleh doktor zul terkait pelaksanaannyai adalah terkait keunikan apa yang ditawarkan dari pelaksanaan event mekaki marathon. Disamping itu, zul juga berharap agar event ini dapat dikemas dengan strategi ekspose yang baik, sehingga menjadi daya tarik yang cukup besar bagi masyarakat baik lokal, nasional maupun masyarakat internasional untuk mengikuti dan menjadi bagian dari event ini.

“Pemerintah derah akan memberikan dukungan agar event ini bisa berjalan lancar dan sukses. Target ekonomi dan sosial harus diperhatikan dalam pelaksanaannya, sehingga bermanfaat bagi masyarakat”, tutup doktor zul sambil berpesan agar pelaksanaan event ini berkesinambungan.

Sementara itu pimpinan panitia Mekaki Marathon, Ahmad Firdaus menjelaskan bahwa keunikan utama yang ditawarkan dari mekaki marathon adalah rutenya. Dimana rute yang ditawarkan dari event ini sepanjang mekaki bay, bukit pandang dan pelangan dimana penawaran rute itu ialah pemandangan yang sangat indah. (adv/cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here