Beranda Headline Suhaili Sikapi Cepat Surat ITDC

Suhaili Sikapi Cepat Surat ITDC

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA TRADISI: Seorang anak tengah berlari ke lokasi tenda madak di Pantai Kuta.

PRAYA — Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Moh. Suhaili FT menyikapi cepat surat yang dilayangkan PT. ITDC soal tradisi madek (berkemah di pantai) dilakukan warga sekitar Pantai Kuta, Kecamatan Pujut.
Dalam surat yang diterima Suhaili, pihak ITDC merasa kurang baik jika kegiatan tahunan ini dilakukan. Dengan dampak menimbulkan kekumuhan. Atas surat ini, Suhaili pun melakukan sosialiasi kepada masyarakat agar tidak menjadi polemik.
Menurut bupati, pada dasarnya semua pembangun di KEK Mandalika itu diharapkan supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga, kalau tidak ada yang mau diatur, tentunya percuma dikembangkan pembangunan di wilayah tersebut.
“Intinya tempat tradisi madak itu tidak mengganggu, baik antara pihak ITDC, dan masyarakat,” tegasnya, kemarin.
Selain itu, pemerintah akan mengarahkan agar tradisi madak, ke depan tidak mengganggu keindahan pantai di kawasan yang saat ini sedang dibangun untuk mendukung kemajuan Pariwisata di Loteng dan NTB apa umumnya. Oleh karena itu, Pemkab akan memikirkan caranya agar nantinya tradisis tersebut bisa menjadi pendukung maupun daya tarik bagi wisatawan yang datang berkujung.
“Kita akan mengatur tradisi ini ke depannya,” janjinya.

Plt Kades Kuta Mardan menyampaikan, pihaknya juga sudah menerima surat larangan tradisi madak yang dianggap membuat kumuh itu dari pihak ITDC tersebut. Namun, dari desa sendiri akan selalu mendukung dan berusaha untuk tetap dilestarikan budaya bahkan tradisi yang ada.
“Masyarakat sebenarnya mau diatur bagaimana baiknya, semua tokoh terlibat, untuk dikemas dalam bentuk yang lebih menarik,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Adat Kuta Supriadi menuturkan, ini sebenarnya harus dimusyawarahkan. Karena menurut ITDC dampak kegiatan madak ini membuat kumuh. Sehingga memang harus dulu dimusyawarahkan untuk membahas agar bisa dikemas dengan baik dan bisa dijual ke pariwisata.
“Sebenarnya tradisi madak sama halnya dengan dengan bau nyale,” ucapnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here