Beranda Mataram Pasien RSUD Kota Sudah Tempati Kamar

Pasien RSUD Kota Sudah Tempati Kamar

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA BELUM BISA DIPAKAI: Inilah gedung Graha Mentaram di RSUD Kota Mataram yang ikut rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.

MATARAM —Sejak sekitar dua pekan lalu, pasien RSUD Kota Mataram sudah bisa dirawat dalam kamar. Seluruh tenda maupun kontainer yang tadinya dijadikan tempat perawatan dan pelayanan pasien, dan didirikan di halaman parkir RSUD telah dibongkar. Areal itu bisa kembali digunakan sebagai lahan parkir pengunjung rumah sakit milik Pemkot Mataram ini. “Semua zona di IGD (Instalasi Gawat Darurat) sudah bisa dipakai, dari lantai 1 hingga 3. Lantai 4 dan 5 memang belum rampung,” kata Dirut RSUD Kota Mataram, L Herman Mahaputra.
Akibat gempa bulan lalu. IGD mengalami kerusakan cukup parah. Begitu juga gedung manajemen yang berada di bagian tengah, serta Graha Mentaram yang berdiri megah di sisi utara ikut rusak. Khusus Graha Mentaram, diakui Herman, belum diperbaiki karena akan diasesmen dulu. Seluruh kamar di Graha Mentaram belum difungsikan, hanya pintu masuk yang dipakai menjadi akses pengunjung dan pasien menuju bagian poliklinik. Sementara pintu utama di bagian tengah masih ditutup karena adanya pengerjaan perbaikan di gedung tersebut. “IGD sudah tuntas diperbaiki minggu ini. Biaya ditanggung Kementerian PUPR, kita tinggal terima pakai,” ujarnya seraya menyebut anggaran perbaikan IGD diprediksi hingga Rp 3 miliar. Namun dana yang terpakai diprediksi tidak sampai Rp 3 miliar. “Material sudah tersedia, dan kebetulan pihak yang mengerjakan juga ada pekerjaan di BIL,” sambungnya.
Semua zona di IGD, seperti laboratorium, radiologi, serta IGD tuntas diperbaiki 100 persen. Pihak RS memang memprioritas pelayanan kepada pasien. Jangan sampai pasien terlalu mendiami tenda di luar gedung.
Mengenai anggaran perbaikan Graha Mentaram, menurut Herman, mungkin tak sepenuhnya ditanggung pusat. “Fifty-fifty Graha Mentaram. Harapannya ya ditanggung juga Kementerian PUPR,” sebutnya.
Seiring rampungnya perbaikan RSUD, aktivitas pelayanan kepada pasien dan pengunjung kembali normal. Tidak ada lagi pasien yang dirawat di luar gedung. Mengenai kerusakan sarana prasaran lainnya, akan diusulkan menyusul.
Sasaran pengusulan tetap ke pemerintah pusat. Soal berapa disetujui, Dirut yang akrab disapa Dokter Jack ini, siap menerima saja. “Akan dirapatkan dulu di pusat, baru turun anggarannya,” ucapnya.
Jack mengakui, pihaknya tak memiliki pos anggaran untuk perbaikan sarana prasarana. Bila menunggu di APBD murni, butuh proses untuk tender, serta pendampingan TP4D. Diperkirakan butuh sekitar Rp 50 miliar untuk penyempurnaan sarana prasarana di RSUD. Termasuk membenahi sarana yang rusak akibat gempa, seperti bed dan sejumlah peralatan. Termasuk perbaikan di gedung. “Nantinya layanan di RS bukan hanya untuk orang sakit,” sebutnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here