Beranda Mataram Dewan Sikapi BPPD NTB Ikut Nyaleg

Dewan Sikapi BPPD NTB Ikut Nyaleg

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA Yek Agil

MATARAM – Status salah satu penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Fauzan Zakaria terus disoroti semua pihak. Kali ini, Komisi II DPRD NTB angkat bicara terkait Fauzan yang telah masuk Daftar Calon Tetap (DCT) pada Pileg 2019. Untuk membahas soal ini, pekan depan Komisi II akan memanggil Dinas Pariwisata NTB yang menaungi badan tersebut. Sebab pencalonan pengurus BPPD sangat terkait dengan marwah pariwisata NTB. “Insya Allah minggu depan kami akan panggil Kadisparbud untuk mengevaluasi masalah ini,” janji Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Yek Agil di Mataram, kemarin.

Politisi PKS itu mengatakan, BPPD masuk jajaran birokrasi. Sehingga Fauzan masuk sebagai salah satu penentu kebijakan terkait pariwisata di NTB. Selain itu BPPD juga dibiayai oleh daerah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Jika Fauzan tetap nyaleg tentu akan sulit untuk memisahkan apakah itu kegiatan BPPD sebagai sebuah institusi birokrasi daerah atau kegiatan personal ketua BPPD sebagai caleg.

Tidak hanya itu, dewan ragu politisi NasDem itu bisa fokus memimpin pelaksanaan kegiatan promosi daerah di tengah aktifitas kampanye sebagai caleg. Padahal satu tahun kedepan ini adalah masa BPPD bekerja sekuat tenaga, mencurahkan waktu dan pikiran untuk memulihkan pariwisata NTB paska gempa. Khususnya dengan promosi pariwisata yang produktif dan inovatif dengan cara-cara yang bisa menarik wisatawan datang berkunjung ke Lombok.
Atas dasar itu dewan mengharapkan agar Fauzan bisa mundur atau cuti dari BPPD selama masa kampanye. Karena pertama bicara etika, kedua juga agar kerja-kerja BPPD tidak tersandera dengan ketuanya yang menjadi caleg.
Agil sangat menyayangkan kenapa KPU bisa meloloskannya sampai masuk sebagai salah satu DCT. Seharusnya itu tidak boleh terjadi. Untuk itu pihaknya akan memanggil Disparbud sambil mengevaluasi kinerjanya dalam satu dua bulan ini. “Kapan dan dimana, nanti kami kabari,” janjinya.
Forum Peduli Pariwisata NTB juga melihat dalam masalah ini Dispar harus bertanggungjawab. Setidaknya bisa mencari solusi yang pas. Sebab BPPD masih berada di naungan Dispar.
Ketua Forum Peduli Pariwisata NTB, Suaeb Quri mengatakan, jika Fauzan ngotot maju sebagai caleg maka harus melepaskan baju BPPD-nya. Hal ini pun telah disampaikan kepada Dispar NTB agar bisa mengambil satu sikap tegas. Suaeb masih ingat bagaimana dulu pembentukan pengurus BPPD difasilitasi oleh Dispar. Ketika kini menjadi polemik publik, maka dirinya meminta Dispar bersikap. “Kita berharap Dispar jangan diam saja. Ambil sikap,” pinta Suaeb.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L Moh Faozal saat dikonfirmasi enggan berkomentar panjang lebar. Dalam masalah ini, Faozan memberi perumpamaan sikap seperti yang dilakukan dua anggota BPPD lainnya, Wirajagat dan Gufron yang mengundurkan diri dari keanggotaan BPPD karena ikut nyaleg. Apalagi pengundurannya mungkin disebabkan aturan atau perminataan publik.
Faozal berharap Fauzan bisa mengambil satu sikap seperti dua anggota itu. “Mestinya pak Fauzan Zakaria juga bisa menentukan sikap nya terkait keanggotaan di BPPD,” ujarnya terpisah.
Sementara itu Fauzan Zakaria menegaskan dirinya bahwa ia tidak akan mundur dari posisi sebagai ketua BPPD NTB. Bahkan sikap itu berkali-kali disampaikan ke publik. Menurutnya, tidak ada undang undang yang mengatur dirinya untuk ikut nyaleg harus mundur. Tidak hanya pendapat pakar hukum yang menyatakan boleh. KPU sendiri menyatakan tidak ada undang-undang yang dilanggar. “Saya jadi caleg atau tidak itu nggak ada masalah. Yang pertama dan utama bagi saya adalah ikut berkontribusi menghilangkan ruang remang di alam demokrasi bangsa kita, serta berkontribusi dalm mewujudkan demokrasi yang sehat dan berwibawa,” kata Caleg DPRD NTB dari NasDem itu.
Fauzan mempersilakan yang mau mempermasalahkan statusnya, sebab itu hak mereka bagian dari kebebasan berpendapat. Namun dalam hal ini, ia berpendapat bahwa sebagai warga negara punya hak memilih dan dipilih. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here