Beranda Praya Metro Bantuan untuk Nelayan Jangan Dijual!

Bantuan untuk Nelayan Jangan Dijual!

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA BANTUAN: Sejumlah nelayan saat melihat mesin bantuan diberikan pemerintah pusat, kemarin.

PRAYA — Kementerian Energi Sumer Daya Mineral (ESDM) RI bersama DPR RI Komisi VII, dan PT Pertamina memberikan 500 paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke LPG untuk para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, Desa Mertak Kecamatan Pujut, kemarin.
Bantuan berupa mesin kapal dengan bahan bakar menggunakan LPG ini, diberikan dengan tujuan ketika para nelayan menggunakan LPG membuat pengeluaran untuk pembelian bahan bakar bisa lebih sedikit. Mengingat, penggunaan LPG bagi para nelayan diyakini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan bahan bakar lainya.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM RI, Alimuddin Baso mengatakan, bantuan mesin perahu dengan bahan bakar LPG ini sebagi wujud kepedulian pemerintah terhadap para nelayan. Dimana, diseluruh Indonesia bantuan tersebut disalurkan sekitar 2 ribu unit kepada nelayan kecil.
“Sekarang kita memberikan mesin dengan bahan bakar LPG kepada nelayan di Awang sebanyak 500. Kedepan kita berharap dengan bantuan ini masyarakat bisa mendapat penghasiilan yang lebih,” harapnya.
Namun dia menekankan, untuk penerima bantuan agar menggunakan mesin bantuan tersebut dengan baik, serta tidak dijual. Karena memang bantuan mesin itu oleh pemerintah dihajatkan untuk kebutuhan para nelayan.
“Gunakan sebaik- baiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menerangkan, Loteng memiliki nelayan mencapai 9.754 orang. Jumlah itu merupakan peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan perikanan tangkap. “Pada umumnya armada yang dimiliki oleh para nelayan berupa perahu ukuran 7 meter dengan mesin 5,5 PK yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar utama,” kata Suhaili.
Sebagai tujuan pemerintah dalam penghematan penggunaan bahan bakar, maka sangatlah tepat program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi nelayan. Dimana pada tahun ini, Lombok Tengah mendapat 500 paket bantuan.
“Kita juga sudah mengusulkan untuk tahun 2019 sebanyak 350 dan saat ini masih dalam proses identifikasi,” bebernya.
Bupati menyatakan, selain perbaikan sarana penangkapan, perlindungan terhadap jiwa nelayan juga perlu diperhatikan. Salah satu bentuk perlindungan pemerintah terhadap nelayan dengan memberikan program asuransi dan sampai saat ini, jumlah nelayan yang mengikuti asuransi tersebut mencapai 2.764 orang dan mendapat alokasi sebanyak 2.500 orang.
“Untuk itu, saya sangat berterimaksih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantun kepada para nelayan kami di Awang ini,” ucap Suhaili.
Ditambahkan, pihaknya berpesan kepada para nelayan yang diberikan bantuan agar bisa menggunakanya dengan sebaik- baiknya. Kalau ditemukan ada yang sampai menjual mesin yang diberikan. Maka, pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi.
“Kami memberikan tindakan tegas kepada nelayan yang menjual mesin,” ancam Suhaili. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here