Beranda Headline Waduh, Rumah TKI Gak Masuk Data

Waduh, Rumah TKI Gak Masuk Data

BERBAGI

KLU —Setiap rumah yang terdampak gempa akan memperoleh dana stimulan berdasarkan verifikasi Kartu Keluarga (KK). Hal ini yang mendapat protes dari sejumlah masyarakat yang memiliki keluarga TKI yang rumahnya terdampak.
“Itu kan didata berdasarkan KK, lalu bagaimana dengan rumah anak kami yang jadi TKI,” ujar Karman, salah seorang warga Kecamatan Bayan yang ikut dalam aksi demo di depan kantor Bupati Lombok Utara, kemarin (26/9).
Ia menuturkan, banyak warga Lombok Utara yang bekerja keluar negeri sebagai TKI. Mereka mengirimkan hasil kerja mereka kepada keluarga untuk dibangunkan rumah baru. Namun rumah yang sudah dibangun tersebut kini rata dengan tanah.
“Rumah tersebut tidak masuk hitungan karena anak saya masih masuk dalam KK saya,” sambungnya.
Ia mewakili keluarga TKI lainnya meminta agar Pemkab Lombok Utara memberikan solusi terkait hal tersebut. Para TKI sudah bersusah payah mengumpulkan uang untuk membangun rumah tersebut. Namun nyatanya hancur diguncang gempa tanpa ada solusi.
“Kami berharap para TKI juga mendapatkan hak yang sama seperti warga lainnya,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, jika memang rusak dan terdapat bukti adanya rumah tersebut, para TKI bisa mendapatkan bantuan dana stimulan Rp 50 juta. Persoalan kepemilikan KK yang tidak ada atau belum punya, pihak keluarga bisa membantu untuk membuatkan KK baru di Dinas Dukcapil.
“Dibantulah oleh keluarga agar dibuatkan KK, kalau memang rumahnya terpisah,” kata Najmul.
Ia menuturkan, Dinas Dukcapil sudah mulai membuka layanan sejak hari kedua pascagempa. Baik itu untuk data permintaan NIK KTP, surat keterangan kematian, dan lainnya.
Terlebih lagi jika TKI tersebut masih lajang, maka otomatis belum memiliki KK sendiri. Namun hal tersebut tidak menjadi permasalahan berat untuk mendapatkan bantuan stimulan.
“Saya pikir dia pasti dapat yang penting diurus saja,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dalam hal ini peran Kadus dan Kades sangat dibutuhkan. Mereka harus hadir membantu masyarakat untuk mengurus kebutuhan teknis. Terutama untuk keperluan mendapatkan bantuan dana stimulan hingga pencairan dana tersebut.
“Dan insya Allah untuk semua itu pasti akan dicarikan solusinya,” tandasnya. (fer/r7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here