Beranda Lombok Utara Najmul Siap Diaudit

Najmul Siap Diaudit

BERBAGI
Ferial/LPG KLARIFIKASI: Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar (tengah) memberikan klarifikasi terkait bantuan gempa yang masuk dan keluar, kemarin (26/9).

Penyaluran Dana Bantuan Gempa

KLU-Bantuan untuk korban gempa Lombok Utara terus berdatangan hingga saat ini. Namun berapa kisaran jumlah bantuan yang masuk dan keluar masih dipertanyakan sejumlah pihak.
Salah satu penggiat sosial Lombok Utara Ismuningrat mengatakan, banyak bantuan yang berdatangan dari berbagai donatur. Baik itu pihak swasta maupun pemerintah daerah lain. Namun tidak ada kejelasan berapa jumlah dan ke mana bantuan tersebut disalurkan.
“Kami mempertanyakan berapa jumlah bantuan yang masuk dan keluar,” tegasnya, kemarin (26/9)
Ia dan masyarakat juga ingin tahu mengenai data dan sumber anggaran yang sudah masuk ke pemkab pascagempa. Menurutnya, data tersebut harus diaudit. Tak hanya anggaran yang sudah masuk dan keluar, bangunan-bangunan pemkab pun harus diaudit sebelum dirobohkan.
“Seperti proyek MCK yang baru dibangun tapi roboh semua. Begitu juga dengan bangunan yang materialnya masih layak tapi ikut dihancurkan,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Lombok Utara mengatakan, jika dirinya setuju akan adanya audit. Bahkan ia siap membuatkan data yang diminta selama 1×24 jam. Semua bantuan yang masuk, baik anggaran maupun barang sudah tercatat semua.
“Bahkan jika diminta dipublis di media massa pun kami siap. Itu kan hanya masalah teknis,” katanya.
Sementara terkait audit bangunan pemkab, Najmul mengatakan, pihaknya memerlukan waktu terkait persoalan tersebut. Sebab semua kantor maupun fasilitas pemerintah sudah ada yang dibongkar. Pembongkaran tersebut diakuinya sudah melalui prosedur.
“Karena sekali lagi kita tidak ingin salah,” akunya.
Prosedur yang dimaksud yakni berupa assessment dari tim ahli seperti PUPR atau Kementerian PU dan para arsitek. Hal tersebut untuk menentukan bahwa bangunan ini layak untuk di pertahankan atau tidak.
“Dan hasil assessment itu pun tidak layak, masak kita berkantor di tempat yang tidak layak itu,” pungkasnya.
Dalam assessment tersebut dilakukan pengambilan gambar menjelang eksekusi atau penghancuran. Tujuannya untuk memperlihatkan bukti pada saat verifikasi terkait pengrusakan.
“Kita melakukan pembongkaran itu, sudah ada fotonya dan fotonya itu menjadi bukti,” ungkapnya.
Prosedur-prosedur tersebut diakuinya sudah dilalui sehingga dilakukan perobohan gedung. Najmul mengaku sangat berterima kasih atas perhatian para penggiat sosial itu. Perobohan gedung tersebut juga dinilainya sebagai bagian dari mempercepat pemulihan Lombok Utara pascagempa.
“Kita saling kejar dengan waktu saat ini,” tandasnya. (fer/r7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here