Beranda Mataram OTT Muhir Ancam Suara Golkar

OTT Muhir Ancam Suara Golkar

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM —Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat H Muhir, oknum anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar, sedikit banyak berpengaruh terhadap citra partai berlambang pohon beringin ini. Apalagi saat ini sudah masuk tahapan pemilihan legislative (Pileg) 2019. “Dampak (ke partai, Red) pasti ada. Ini PR (pekerjaan rumah) bagi saya untuk kerja keras mencapai target seperti di awal,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H Mohan Roliskana.
Diketahui untuk Pileg tahun depan, Partai Golkar memiliki target bisa mendapatkan 12 kursi di DPRD Kota Mataram. Saat ini, Partai Golkar mendapatkan tujuh kursi. “Optimistis sudah tentu untuk membangun harapan. Meski realitasnya cukup berat. Apalagi H Muhir suara tertinggi di dapilnya. Pasti berdampak bagi Golkar,” jelas Mohan yang juga Wakil Wali Kota Mataram ini.
Menurut penilaiannya, Muhir adalah kader partai yang potensial dalam mendulang suara dukungan. Namun dengan adanya kasus ini, Golkar Kota Mataram pasti akan memproses pemecatan Muhir sebagai kader Golkar. Hanya saja Mohan tak mau sembrono dalam mengambil keputusan. “Tidak bisa sembarangan tangani persoalan ini. Iya, dia (Muhir) kader potensial, tapi dengan adanya kasus hokum ini ya tentu harus kita terima kenyataan itu, dan harus diselesaikan,” tegasnya.
Di internal partai, lanjutnya, pemecatan kader harus diroses sesuai ketentuan yang berlaku dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. DPD II juga tidak bisa sendiri mengambil keputusan, harus ada pertimbangan secara struktural.
Mengenai kemungkinan Muhir diganti melalui Pergantian Antar Waktu (PAW), menurut Mohan, tipis peluang melakukan PAW. Sebab Pileg tinggal enam bulan lagi. “Terlalu mepet waktunya. Belum proses yang harus dilalui juga panjang,” katanya.
“Kita belum bicara soal PAW. Baru bagaimana sikapi persoalan yang dihadapi H Muhir,” imbuhnya. (rin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here