Beranda Headline Bisnis Sabu, Pasutri Dikerangkeng

Bisnis Sabu, Pasutri Dikerangkeng

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERI KETERANGAN: Dit Res Narkoba, Kombes Pol Yusfadillah saat memberikan keterangan pers, kemarin di Mataram.

Oknum Anggota Polisi Terlibat Beking Pengiriman Ganja

 
MATARAM – Oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Narmada, Lombok Barat berinisial KE, 48 tahun bersama suaminya GN, 46 tahun diringkus Satuan Reserse Narkoba Polda NTB kerena diduga terlibat bisnis barang haram narkoba jenis sabu. Sasaran penjualannya kalangan pelajar, pelaku ditangkap di rumahnya.
Mengejutkan, oknum guru itu banyak menjual sabu ke kalangan pelajar jenjang SMA. Dit Res Narkoba, Kombes Pol Yusfadillah mengatakan, pasangan suami istri (Pasutri) itu diringkus di rumahnya, jalan Suranadi Gang Klinik Soka, Dusun Nyurlembang Daye Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kamis (6/9) siang lalu.
Saat digerebek, perempuan yang juga diketahui sebagai guru ASN itu menjual sabu saat suaminya sedang tidak berada di tempat. Namun sedang diantarkan barang jenis Sabu oleh seorang kurir untuk dijualnya lagi. Pengakuan isteri tersebut kata dia, hanya membantu suaminya berjualan ketika tidak berada di rumah.
“Saat penangkapan, memang suami KE sedang tidak di rumah. Karena kita sudah memiliki bukti kuat sehingga langsung kami sergap,” kata Yusfadillah kepada media, kemarin.
Dia menceritakan kronologis penangkapan, berawal dari informasi masyarakat, kemudian tim melakukan pendalaman hingga pemantauan lebih dalam demi mengumpulkan barang bukti. Bisa dikatakan, pemantauan cukup lama.
Dimana, pembeli dari kalangan pelajar SMA dan membeli saat pulang sekolah. Setelah di dalami dan hasil penyelidikan, yang menjadi Target Operasi (TO) adalah suami dari KE sendiri.
“Kami lihat, yang menjadi sasaran konsumen adalah pelajar di atas umur 18 tahun. Saat suami tidak berada di rumahnya, KE yang menjual,” katanya.
Adapun barang bukti (BB) saat penangkapan yakni, narkoba jenis sabu 1,5 gram. Bagi dia, kalau pun BB sedikit, aparat kepolisian tetap memproses karena dampak ke anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
Selain Sabu, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 3.600.000 diduga hasil penjualaan barang haram tersebut. Rinciannya, Rp 1,7 juta dan Rp 1,9 juta ditemukan di bawah bantal dalam tenda. Kemudian, sebesar Rp 200 ribu ditemukan dalam kantung celana sehingga total Rp 3,8 juta. Selain itu, dua buah HP.
“Sementara suaminya diamankan di BNN NTB,” tururnya.
Akibat perbuatan tersangka dikenakan pasal 114 (1) , pasal 112 (1) dan pasal 131 UU 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana menimal 5 tahun maksimal seumur hidup.

Sementara itu, Reserse Narkoba juga berhasil mengamankan satu anggota polisi yang bertugas di Polsek Ampenan. Namun kasusnya beda dimana, dia keciduk aparat karena membaking pengiriman ganja dari luar daerah yang berhasil masuk ke Lombok yang dikirim melalui salah satu kargo. Yusfadillah mengaku, anggota yang telah melanggar disiplin kepolisian itu berinisial KB dengan alamat jalan Gara II Dusun Lingkar Timur, Desa Lingsar, Lombok Barat.
Anggota Polisi berpangkat Brigadir itu ditangkapnya lantaran membeking pengiriman barang haram jenis Ganja kering seberat 8 kilo gram merupakan milik MSH, 41 tahun warga jalan Gunung Pengsong Lingkungan Pejeruk Timur, Dasan Agung Mataram.
“Penangkapan dilakukan di jalan Bung Karno tepatnya di halaman parkir kantor Indah Logistik Cargo Pagutan dan jalan Malomba Kampung Tangsi Ampenan,” beber dia.
Yusfadillah menceritakan kronologis penangkapan, dimana terjadi pada Senin (17/9) lalu, tim Opsnal Subdit III Resnarkoba Polda NTB, menangkap dan menggeledah MSH, di Kantor Indah Logistik Cargo Pagutan sedangkan Brigadir KB digerebag di rumah orang tua MSH di jalan Kampung Tangsi Ampenan.
“MSH ditangkap saat bawa koper dibungkus karung Goni bertulisan ‘Ibu Yanti beralamat jalan Jos Cokroaminoto Monjok. Ternyata isinya ganja kering,” kata dia.
Selain BB ganja, tim juga menemukan Hand Phone dan 22 buku dan tujuh baju, celana bekas. Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 111 (2) dan pasal 114 (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun.
Ditegaskan Yusfadillah , saat pendalaman, diketahui ada keterlibatan anggota Polisi, yang backing pengiriman Ganja dari Thailand menuju Medan dan dikirim ke lombok , kalaupun asal barang dari Aceh.
Dia menambahkan, KB ini merupakan beking pengiriman Ganja. Adapun sanksi yang memperberat ditataran institusi Kepolisian sangat banyak, karena di dalamnya ada kode etik dan disiplin yang dilanggar. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here