Beranda Lombok Barat Sisi Lain Penerimaan CPNS Tahun 2018

Sisi Lain Penerimaan CPNS Tahun 2018

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA DIUMUMKAN: Pengumuman penerimaan CPNS bisa dilihat di website.

Terbentur Syarat Usia, Honorer Serahkan Nasib ke Pemerintah

Pembukaan penerimaan CPNS tahun 2018 tidak memberikan semangat kepada sejumlah tenaga honorer. Keterbatasan umur sebagai persyaratan menjadi alasan honorer tak bisa berpeluang mendapat status sebagai PNS.
WINDY DHARMA-LOBAR

SELEKSI penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 akan segera dibuka. Masyarakat sudah berbondong-bondong menyiapkan berkas untuk persyaratannya. Di tengah euforia pendaftaran CPNS, sejumlah tenaga honorer di Lobar bahkan di seluruh Indonesia, justru harap-harap cemas. Terutama yang telah berumur di atas 35 tahun.
Ini karena salah satu persyaratan dari seleksi itu, peserta maksimal berusia 35 tahun. Syarat itu seolah menyingkirkan kesempatan honorer untuk menjadi PNS. Padahal, sebagian besar tenaga honorer bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya sudah mengabdi cukup lama
Semisal dialami seorang guru berinisial PSB. Pria berumur 36 tahun itu telah mendedikasikan dirinya selama 12 tahun untuk mencerdaskan anak bangsa. Segala perngorbanan sudah dilakukannya. Berkorban waktu maupun keluarga, belum lagi uang untuk biaya trasportasi. Ia bersama teman-temannya yang senasib merasa sedih atas ketidakadilan itu. “Ini kan menjadi tidak adil. Kami sudah mengabdi selama 12 tahun, namun apa yang kami peroleh. Mungkin hal ini, tidak hanya kami yang merasakan, tapi masih ada ribuan lagi yang senasib seperti kami,” ujarnya, kemarin.
Jerih payah yang sudah dilakukan para pegawai honorer ini seakan tidak diperhatikan pemerintah. Pemerintah seharusnya bisa mengangkat pegawai honorer menjadi CPNS dilihat dari lamanya pengabdian. “Kalau seperti ini, untuk apa kami mengabdi lama-lama, tapi ujung-ujungnya tidak ada keistimewaan yang kami dapatkan. Dimana letak keadilan pemerintah kepada kami?” kritiknya.
Meskipun mengeluh, honorer tak bisa berbuat banyak. Mereka anya bisa mengantungkan nasibnya kepada pemerintah pusat maupun daerah. “Hidup kami ada di pemerintah,” ujarnya pasrah.
Pendaftaran CPNS untuk wilayah Lobar dan NTB akan dimulai para 26 September mendatang. Pengumuman itu sebenarnya sempat tertunda lantaran adanya revisi atas formasi yang diperoleh dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Pemkab Lobar memperoleh 219 formasi. Pengumuman disampaikan BKD melalui halaman website resminya. Berdasarkan keputusan Menpan RB RI Nomor 498 tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018 tentang kebutuhan pegawai ASN di lingkup Pemkab Lobar tahun anggaran 2018.
Terdapat penambahan alokasi formasi CPNS Lobar yang tertera dalam pengumuman itu. Dari sebelumnya 185 formasi menjadi 219 formasi CPNS. Terdiri dari formasi khusus eks tenaga honorer Kategori 2 (K2) sebanyak 37 formasi untuk tenaga pendidikan. Sedangkan pada jalur umum, tenaga pendidikan sebanyak 110 formasi, tenaga kesehatan 46 formasi dan tenaga teknis 26 formasi.
“Kami sudah rapat dengan pemerintah provinsi. Pembukaan pendaftaran akan dilakukan 26 September, serentak dengan daerah lain,” ungkap Kepala BKD PSDM Lobar, Suparlan.
Penundaan pembukaan pendaftaran CPNS disebabkan beberapa hal. Salah satunya adanya kekeliruan berupa dobel formasi. Sehingga dilakukan revisi dan jumlahnya menjadi 219 formasi. Bagaimana dengan nasib Guru Tidak Tetap (GTT) yang telah diberi SK oleh Pemkab Lobar? Hingga kini belum ada yang dapat menjawabnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here