Beranda Headline Ruslan Sorot Visi Misi Zul-Rohmi

Ruslan Sorot Visi Misi Zul-Rohmi

BERBAGI
FOTO JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA -Ruslan Turmuzi -Johan Rosihan

MATARAM – Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB, Ruslan Turmuzi menyoroti visi dan misi gubernur dan wakil gubernur terpilih Zul-Rohmi. Kata Ruslan, seharusnya Zul-Rohmi mengambil visi-mis yang dilihat cukup relevan dengan kebutuah membangun NTB lima tahun kedepan.
Kata Ruslan, PDIP melihat visi-misi Zul-Rohmi lompatannya luar biasa, sementara standingnya (dasar) belum ada. Program yang dirancang juga banyak idak sesuai dengan kewenangan daerah dan cenderung tidak melihat kondisi keuangan daerah. Misalnya, pengiriman seribu mahasiswa ke luar negeri sementara Zul sendiri tidak memikirkan bagaiamana menciptakan lapangan kerja, berikutnya untuk dana desa wisata akan dianggaran 1 Miliar di luar APBN, dimana tanpa dilihat dengan kebutuhan keuangan daerah atau pembanguan Smelter di Sumbawa yang menurutnya itu bukan program, melainkan kewajiban sesuai amanat Undang Undang (UU).
Menurut Ruslan Turmuzi, merancang visi misi itu seharunya selain mengutip visi misi kandidat yang kalah yang dilihat bagus, Zul Rohmi membuat visi mis dengan mengevaluasi kinerja gubernur dan wakil gubernur sebelumnya. Mana saja yang belum selesai dan yang tidak bisa selesai. Analisa PDIP dari APBD saja, potensi pendapatan belum dilakasanakan secara maksimal oleh TGB-Amin, hal itu disebabkan banyak aset yang tidak dimanfaatakn secara potensial.
“Ini standing terlebih dahulu. Jangan meloncat tapi standing tidak ada,” sentil Ruslan.
Untuk menjamin NTB yang gemilang maka harus melanjutkan apa yang belum selesai dilakukan TGB Amin, agar lima tahun kedepan warga NTB benar-benar hak dan martabtanya diakomodir.
PDIP juag berpendapat Zul Rohmi harus mengganti Kepala OPD yang kapasitasnya tidak sesuai dengan bidang yang mereka pimpin. Jika melihat kondisi kepala OPD hari ini, semuanya sudah layak untuk diganti selain karena telah lama menjabat di satu OPD itu, juga banyak yang tidak sesuai kopetensi dan keahiliannya.
Ruslan berharap pergantian kepala OPD tidak ada tendensi politik mengingat gubernur dan wakil gubernur yang baru berbicara bagaiamana membangun NTB.

“Semuanya bisa berjalan dan bisa dibicarakan kok,” sambung Ketua Fraksi PKS, Johan Rosihan terpisah.
Fraksi satu sama lain di gedung udaya, kata Johan sudah bisa berpolemik dan juga membangun komunikasi baik. Bahkan saat PKS sering membantu fraksi lainnya, maka dalam kebijakan gubenur yang baru ini fraksi lain harus membantu. Mengingat apa saja yang dialami daerah (eksekutif) bukan dukuangan PKS saja yang dibuthkan, malah itu menyangkut semua fraksi lainnya.
“Melihat dorongan kebijakan itu nanti di APBD,” kata Johan.
Saat ini, lanjutnya system amanat membangun daerah itu langsung diamanatkan kepada gubernur dan wakil gubernur, sehingga apa saja yang menjadi kebijakan mereka yang baik tentu harus didukung. Johan juga meluruskan soal anggaran 1 miliar untuk desa wisata bukan akan ditransfer ke rekening desa secara langsung melainkan disalrukan dengan model program program unggulan didesa tersebut misalnya desa wisata unggulan mengembngakan one unit one produk dan begitu juga Bumdes Unggulan.
“Sebagai Fraksi tentu kita akan berkonspirasi dengan pemerintah tanpa kita nafikan kepentingan lainnya,” tutup Johan. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here