Beranda Mataram Demi Bantuan, Percepat Pembentukan Pokmas

Demi Bantuan, Percepat Pembentukan Pokmas

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KOORDINASI: Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat memimpin rapat koordinasi dengan camat dan lurah, kemarin.

MATARAM – Lurah dan camat se-Kota Mataram ditugaskan memfasilitasi pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas), bagi masyarakat Kota Mataram yang rumahnya rusak terdampak gempa. Pokmas ini sebagai syarat yang ditetapkan pusat dalam proses pencairan bantuan senilai Rp 10 juta hingga Rp 50 juta. Sementara dana bantuan belum dapat dicairkan, Pemerintah Kota Mataram telah mendistribusikan bantuan rumah singgah atau RUSI. Khususnya bagi warga yang rumahnya rusak berat.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, di Kota Mataram terdata 7.116 unit rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. Dari jumlah tersebut, 720 pemilik rumah telah menerima buku tabungan. 20 diantaranya berisi dana Rp 50 juta, dan 700 lainnya berisi Rp 25 juta.
Martawang juga mengatakan, dirinya bersama pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram telah mengikuti rapat bersama dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan update laporan mengenai berbagai hal yang telah dilakukan di masing-masing daerah. Dalam rapat itu, pusat memutuskan untuk meniadakan bantuan hunian sementara (Huntara). “Pemerintah Kota Mataram memiliki opsi lain dengan mendistribusikan Rusi yang diadakan tanpa melibatkan APBD Kota Mataram, melainkan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga,” katanya.
RUSI didirikan sebelum masyarakat dapat mulai dibangunkan Rumah Instan Sederhana Aman (RISHA). “Dibangunnya RUSI menuju RISHA di Mataram ini diapresiasi oleh pusat,” kata mantan Kepala Bappeda Kota Mataram ini.
Martawang juga telah menawarkan kepada perwakilan dari pusat, bila pusat ingin agar pembangunan RISHA segera dimulai, Kota Mataram siap untuk dijadikan sebagai daerah yang menjadi simbol dimulainya pembangunan RISHA. Akan disiapkan Lingkungan Pengempel Indah yang merupakan salah satu wilayah terdampak parah di Kota Mataram sebagai penerima.
Dari rapat bersama dengan pemerintah pusat tersebut diketahui pula bila warga penerima bantuan dapat memilih menerapkan RISHA yang dibangunkan Kementerian PUPR, atau RIKO (Rumah Instan Konvensional). RIKO dapat dibangun secara mandiri dengan pengawasan teknis tertentu agar tetap menjadi rumah tahan gempa.
Peminat RISHA dan RIKO, harus benar-benar terdata dengan jelas agar dapat dijadikan sebagai kelompok terpisah dalam Pokmas yang akan dibentuk dengan fasilitas lurah dan camat setempat. “Pokmas harus mengelompokkan secara terpisah antara rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat, begitu juga dengan yang berminat pada RISHA atau RIKO,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, pemkot tidak dapat menunggu terlalu lama agar warga terdampak bisa segera memulai membangunan rumahnya. Karena tidak dapat menangani sendiri serta memerlukan kebijakan direktif dari pusat melalui pembentukan Pokmas, Mohan meminta agar camat dan lurah yang memiliki warga terdampak agar segera menyelesaikan pembentukan Pokmas. Ia memberikan waktu selama satu pekan saja sampai dengan hari Senin berikutnya.
Mohan juga menyoroti keberadaan beberapa titik kumpul atau titik pengungsian yang masih bertahan agar segera dapat dikosongkan. Kepada camat dan lurah setempat ditugaskan meminta warga yang masih mengungsi agar segera meninggalkan lokasi pengungsian. Bagi yang rumahnya masih dapat ditempati diharapkan segera kembali menempati rumahnya. Sedangkan bagi warga yang rumahnya tidak dapat ditempati akan dibangunkan Rusi di tanah atau di wilayah rumah masing-masing sebelum dapat membangun kembali. “Pelan-pelan, rayu mereka untuk pulang,” pesan Mohan. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here