Beranda Headline Bangun NTB Butuh Sinergitas Pemerintah dan Dewan

Bangun NTB Butuh Sinergitas Pemerintah dan Dewan

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA SAMPAIKAN VISI-MIS: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menyampaikan visi misi dalam rapat paripurna istimewa, kemarin.

Zul Rohmi Sampaikan Visi Misnya Bangun NTB

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengharapkan sinergitas eksekutif dan legislatif agari bisa terlakasana dan terjalin dengan baik. Sebab, visi misi gubernur dan wakil gubernur yang baru akan dapat berjalan dengan baik manakala sinerigitas tersebut bisa selalu terbina dengan baik. Ia yakin, dengan sinergi seluruh pihak khusunya dua lembaga pemerintahan itu akan mampu mewujudkan NTB Gemilang yang sebelumnya digaungkan saat kampanye Pilkada.

Tidak hanya itu, membangun NTB lima tahun kedepan, kata Zul juga dibutuhkan kesamaan pandangan seluruh elemen masyarakat sebab seluruh fasilitas umum, pelaksanaan proses pelayanan kesehatan, pelaksanaan pendidikan dan seluruh aktivitas perekonomian dapat kembali berjalan normal dengan kerjasama yang baik.

Dalam rapat paripurna istimewa di hadapan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB, Zulkieflimasnyah- Sitti Rohmi Djalilah menyuarakan janji-janjinya sebagai kepala daerah yang tercantum dalam visi misinya. Mewujudkan NTB yang gemilang, merupakan visi pembangunan NTB sebagai refleksi dari pemaknaan atas ungkapan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur atau daerah yang aman, nyaman dan menyenangkan, dimana hidup dan kehidupannya dipenuhi hikmah dan keberkahan.
Dalam mewujudkan visi tersebut, dibutuhkan sinergi dari segenap perangkat pemerintah dalam menjalankan delapan misi pembangunan yang akan ditempuh, serta menjadi arah dan kebijakan RPJMD NTB 2018-2023. Kedelapan misi itu percepatan perwujudan rehabilitas rekonstruksi pasca gempa, dengan konsep membangun yang transparan. Percepatan perwujudan masyarakat madani yang beriman dan berkarakter dengan prinsip dasar menghargai kemanusiaan, keberagaman dan kesetaraan gender yang proporsional. Ketiga, lanjutnya Percepat penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan memberi nilai tambah tinggi. Percepaatan peningkatan daya saing manusia sebagai pondasi daya saing daerah yang lebih kompetitif merupakan misi ke empat dan selanjutnya percepatan transformasi birokrasi menjadi birokrasi yang bersih dan melayani.

Misi keenam, kata dia menpercepat pengelolaan sumber daya dan lingkungan yang produktif dan berkelanjutab, mempercepat pengembangan infrastruktur penopang sektor pariwisata, industri sektor unggulan serta kawasan strategis serta menegakkan hukum yang berkeadilan dan memantapkan stabilitas keamanan.
“Pandagan ini harus kita samakan,” kata Zul.

Pemilihan tema yang diletakkan sebagai visi gubernur tersebut dilandasi oleh lima bidang program yang akan diutamakan dalam membangun NTB pertama di bidang Pendidikan dan kesehatan. Untuk bidang Pendidikan, akan diupayakan untuk pengiriman 1.000 putra/putri NTB per tahun untuk bersekolah ke luar negeri. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak muda NTB tidak hanya punya wawasan nasional saja, tetapi juga wawasan internasional, sehingga bisa siap menjadi pemimpin, tidak hanya di NTB tetapi juga di indonesia bahkan internasional. Selanjutnya, di bidang kesehatan akan dikembangkan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan layanan posyandu yang unggul dan berkualitas, serta memperkuat peran perempuan sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan dan kesehatan.

Kedua, bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Industri. Dalam bidang ini, akan diberikan keringanan modal usaha dan akses keuangan bagi masyarakat, mengembangkan sains dan tekno-industrial park serta rumah industri kreatif, mendorong industri pengolahan dan menghadirkan industri permesinan. Ketiga, Bidang Pembangunan Sosial Kebudayaan, melalui upaya pemantapan islamic center sebagai pusat peradaban, mengembangkan NTB Care sebagai sistem penanganan masalah sosial darurat cepat tanggap, fasilitasi pelayanan bagi penyandang cacat dan masalah social, serta mendorong pesantren sebagai pusat gerakan perubahan sosial dan cultural

Keempat, Pembangunan Pedesaan dan Lingkungan. Dalam hal ini akan dilakukan pembangunan desa wisata potensial dan BUMDES potensial, mendorong penggunaan energi terbarukan dan menuntaskan kebutuhan air bersih, rumah layak huni, irigasi dan bendungan serta pengembangan desa pesisir dan lingkar hutan yg produktif dan ramah lingkungan dan terakhir Pembangunan Pariwisata, yang diupayakan dengan memperbanyak penerbangan domestik dan internasional, memperbanyak event internasional di NTB, serta mengoptimalkan destinasi unggulan dan kawasan strategis untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal lain yang menjadi fokus perhatian dan cukup urgen untuk segera ditangani saat ini menurut gubernur adalah, terkait implementasi Instruksi Presiden No 5 Tahun 2018 Tentang Percepatan Rehab dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi.

“Alhamdulillah kami sudah memulai langkah awal melalui koordinasi dengan bupati / walikota di daerah yang terdampak bencana ini,” beber Gubernur.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengatakan membangun NTB tidak mudah, gubernur dan wakil gubernur butuh pengorbanan baik materil, pikiran dan juga kerja keras. Menurut Isvie masyarat tidak memahamai data laju pembanguan statistik namun penialaian itu itu ketika dilihat dari kualitas pelayanan, perbaikan sisi pendapatan dan kebutuahn barang kebutuhan pokok dan jasa pelayanan dasar terwujud berarti pembanguan di NTB telah menyentuh kepentingan masyarat.
Selain itu juga kata dia jika
masyarakat merasakan adanya ruang yang cukup dalam mengembangkan kreatifitas mereka berararti pemberdayaan masyarakat telah berjalan dengan baik yang dilakukan oleh pemerintah.

Isvie juga menyinggung soal percepatan laju pertumbuhan NTB, khususnya pasca gempa bumi yang terjadi di Lombok dan Sumbawa, sesuai amanat presiden agar gubernur dan wakil gubernur NTB bisa langsung menangani mereka hal yang sangat diharapkan warga NTB. Kepala daerah harus bisa melakukan perbaikan fasilitas umum dan rekonsruksi rumah warga NTB.
“Semua itu tentu tidak mudah dibutuhkan kerja sama seluruh komponen,” tegas Isvie.  (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here