Beranda Headline
BERBAGI

Baca: Sepanjang Jalan Dari Desa Sekotong Barat

F/PJU
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA
MENERANGI: PJU yang terpasang di jalur bypas BIL II tetap menyala di malam hari.

Dewan Minta Pemda Bayar Tunggakan 3,3 M
LOBAR — Legislatif Lombok Barat (Lobar) bicara soal tunggakan pembayaran penerangan jalan umum (PJU) yang belum dibayar pemda. Wakil rakyat meminta Pemkab Lobar segera membayar tunggakan sekitar Rp 3,3 miliar itu ke PLN.
Ketua Komisi II DPRD Lobar, Andi Irawan menyebut jika belum dibayarkannya tunggakan berimbas kepada pelayanan masyarakat di bawah. Pelayanan PJU tidak dapat dirasakan secara maksimal. “Pemda harus membayar utang PJU itu. Karena pelanggan sudah membayar untuk itu,” tegasnya, kemarin.
Di sisi lain, legislatif justru belum berani menganggarkan pembayaran PJU. Alasannya, sampai sejauh ini dewan tidak mengetahui di mana posisi uang pembayaran PJU itu. Termasuk berapa besaran dana diperoleh Pemkab dari pembayaran PJU dari masyarakat. “Saran kami, eksekutif harus melaporkan pendapatan PJU itu kepada kami,” pinta politisi PAN ini.
Pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan sejumlah dinas terkait atas masalah ini. Seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) maupun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Kita ingin mengetahui seperti apa persoalan PJU itu,” pungkasnya.
PLN meminta Pemkab membayar tunggakan PJU untuk bulan Agustus. Pemkab Lobar sudah bersurat berisi pemberitahuan yang akan menunggak pembayaran September-Desember. Kemudian dibayarkan pada tahun 2019 mendatang.
Dampak tunggakan ini, masyarakat Sekotong mempertanyakan pelayanan PJU yang seharusnya mereka nikmati. Faktanya, hampir sepanjang jalan dari Desa Sekotong Barat hingga Desa Batu Putih Bangko-Bangko, tidak ada PJU yang menyala. Padahal, pembayaran PJU rutin dilakukan masyarakat karena beban PJU i masuk hitungan pembayaran rekening warga setiap bulannya. (win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here