Beranda Praya Metro RA Serakah Layak Ditindak

RA Serakah Layak Ditindak

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA Hj Eka Muftati’ah

LOTENG — Terkait dengan adanya Raudlhatul Atfal (RA) di Lombok Tengah yang terdaftar di dua lembaga mendapat perhatian serius dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB. Bahkan pihak Kanwil tidak segan untuk menindak tegas RA jika terbukti berdiri di dua kaki. Karena hal tersebut dirasa sudah menyalahi aturan yang berlaku. Sementara data-data RA tersebut sudah dikantongi pihak Kemenag Lombok Tengah.
“Memang harus segera disikapi, itu melanggar aturan,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB, usai melepas kontingen KSM di D’Max hotel, kemarin.
Menurutnya, sesuai aturan yang ada seharusnya satu yayasan hanya boleh memiliki satu lembaga RA. Tidak bisa kemudian semau-maunya seperti itu. Apalagi sampai terdaftar di dua sumber, Kemenag dan Diknas. Karena dimana lembaga berdiri menunjukan siapa yang membina. Apakah melalui pembinaan dari Kemenag atau Diknas. Sehingga Kemenag Lombok Tengah diminta segera bertindak, apalagi sudah ada data yang dimiliki.
“Jadi harusnya bisa memilih salah satu lembaga tempat bernaung. Jangan seenaknya saja seperti itu,” tegasnya.
Eka menambahkan, sejauh ini pihaknya mendapatkan laporan langsung terkait adanya penyimpangan tersebut. Meski demikian, cara seperti tetap salah. Sehingga jika terbukti benar ada lembaga yang melakukan hal tersebut, akan ditindak tegas. Dalam hal ini, langkah atau tindakan yang akan diambil dengan meminta kepada RA tersebut untuk memilih mau terdaftar dimana.
“Karena segala aturan yang berlaku harus diikuti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kemenag Lombok Tengah menemukan sejumlah RA serakah. Data yang dimiliki Kemenag Lombok Tengah belum bisa dipastikan. Namun jika dilihat dari jumlahnya, tentu sangat banyak RA yang terindikasi melakukan hal seperti itu. Jumlah tersebut merupakan hasil survei lapangan yang dilakukan tim Kemenag Lombok Tengah. Selain itu, pihaknya mengaku sudah memberikan pembinaan maksimal kepada lembaga RA. Bahkan terkait kasus ini, pihaknya sudah sering mengingatkan. Akan tetapi masih saja lembaga RA tersebut tidak mengindahkan peringatan itu. Sehingga opsi terbaik yang akan dilakukan adalah dengan penindakan secara tegas. (bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here