Beranda Headline Pilkades Pengembur Terancam Batal

Pilkades Pengembur Terancam Batal

BERBAGI

Sempat Dibawakan Alquran

PRAYA — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut terancam batal dilaksanakan tahun ini. Pasalnya, sampai dengan saat ini kondisi di bawah belum kondusif.

Dimana pada rapat pleno penetapan calon Kades ditunda kamis (20/9) lalu. Hal ini dikarenakan warga yang merupakan tim sukses delapan balon kades dan balon kades tidak puas terhadap hasil diduga settingan oknum panitia.
Ketua BPD Pengembur Syamsudin mengatakan, pihaknya bakal rapat kembali bersama calon kades dan semua kadus untuk musyawarah apakah Pilkades Desa Pengembur akan dilanjutkan atau tidak.
“Dari kecamatan menyerahkan sepenuhnya ke BPD,” katanya.
Falahudin, salah satu Cakades Pengembur mengungkapkan, delapan Cakades merasa dizolimi panitia karena mereka telah mengumpulkan foto copy KTP sebanyak 12 persen bahkan lebih, namun panitia tidak meloloskan.
“Salah satunya Cakades atas nama L Burhanudin mesti menambah 679 KTP, M Saidi 667 KTP, L Antik mesti nambah 418 KTP, Falahudin 300 KTP, M Sultan 199 KTP, Kardi 779 KTP, M Saleh 673 KTP, dan Samsudin 561,” bebernya.
Alasan panitia meminta balon Kades menambah syarat berupa jumlah dukungan dalam bentuk KTP, dikarenakan dalam verifikasi faktual banyak KTP yang memiliki identitas sama. Namun, panitia membuat kebijakan yang diduga pro kontra dengan meminta balon kades mengumpulkan KTP yang masih kurang dimulai dari 12 hingga 19 September.
“Mustahil rekan-rekan balon kades bisa mengumpulkan KTP dalam waktu singkat itu,” kata pria yang menjabat Sekdes Pengembur ini.
Lebih lanjut, dalam verifikasi faktual lanjutan yang dilakukan Kamis lalu, dari delapan balon kades hanya lima orang yang lulus administrasi. Praktis, dari sejumlah tim sukses dan Cakades keberaratan dan meminta agar pleno penetapan Cakades dihentikan.
“Sehingga Cakades yang lolos kita tolak hasil plenonya. Dramatisnya, Panitia pilkades kita bawakan Alquran untuk bersumpah justru dia tidak berani,” sesalnya.
Dari kejadian ini, pihaknya menyesalkan kinerja panitia Pilkades yang ada indikasi memihak salah satu Cakades, hingga menciderai demokrasi di desa setempat.
“Kita sudah sampaikan ke DPMD dan leading sektor terkait agar ada solusi terkait permintaan warga,” sebutnya.
Sementara itu, salah satu balon kades lainnya, L Kardi mengatakan, karena syarat KTP dukungan mencukupi 12 persen baru bisa lolos, panitia Pilkades meminta Cakades mencari KTP pengganti yang dobel. Namun, mustahil mendapatkan KTP yang tidak dobel karena sudah masuk pada semua calon, semua KTP yang ada di desa setempat.
“Kesepakatan teman-teman lain, lebih baik bubarkan panitia,” desaknnya.
Disinggung soal pemberian waktu tenggang sebelum pelaksanaan verifikasi faktual, lanjutan dilaksanakan, ia yakin tidak ada bakal kades yang mencapai target KTP yang ditetapkan jika menurut aturan.
“Tetapi panitia sudah di setting semua. Dia meloloskan orang dekatnya saja dari lima orang ini,” sebut dia.
Sementara itu, Camat Pujut, Lalu Sungkul mengatakan jika di Desa Pengembur ini terus-terusan berpolemik, maka lebih baik Pilkades Pengembur ditunda dan akan dijabat sampai 2020.
“Solusi pertama panitia harus dibubarkan dan Pilkades desa Pengembur ditunda sampai 2020. Sebab, jika berlanjut maka akan terjadi konflik lagi,” yakin Sungkul.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada yang bisa dikonfirmasi panitia Pilkades. (fiz/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here