Beranda Headline Penanganan Pascabencana Lamban

Penanganan Pascabencana Lamban

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA AMBRUK: Salah satu warga Desa Gumantar saat mengais barang berharga dari puing-puing rumahnya belum lama ini.

KLU —Proses pemulihan pascagempa bumi menggoncang Lombok Utara dinilai lamban. Hal ini dilontarkan Kepala Bappeda Lombok Utara Herianto. Kata dia, penanganan memang tak lepas dari anggaran yang sudah masuk ke rekening para korban. “Sampai Senin lalu baru 16 ribuan datanya, dan yang masuk di rekening hanya sebanyak 1.478 saja,” ujarnya.

Ia menilai, hal tersebut membuktikan jika pernyataan kepala BNPB NTB sudah salah sejak awal. Yakni terkait Pemkab Lombok Utara terlambat melakukan penanganan sedangkan dana sudah tersedia.
Hal tersebut tentu terkesan seperti lempar batu. Ia menilai jika hal itu sama saja dengan menyalahkan Bupati Lombok Utara. Sementara kenyataannya baru Rp 73,9 miliar yang masuk ke rekening korban gempa. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan anggaran beberapa triliun yang menjadi kebutuhan untuk penanganan pascagempa.
“Jadi memang dana yang masuk masih sangat sedikit,” katanya.
Terpisah, keberadaan dana stimulan tersebut mendapat respons dari anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Adam Malik. Ia mengatakan, yang menjadi titik tekan di DPRD adalah bersuara bersama ke pemerintah pusat. Tidak memaksakan dana stimulan Rp 50 juta.
“Tapi bagaimana ke depannya kita bisa merencanakan program, jangan hanya asal berdiri tembok sajalah,” ujarnya.
Ia juga selalu memberi warning terkait kualitas material yang digunakan. Terutama kualitas material pasir yang digunakan. Ia melihat jika di Lombok Utara, sebanyak 70 persennya unsur tanah dan debu, sedangkan 30 persennya baru pasir.
“Sebab ini juga bisa berakibat pada kualitas pada bangunan nantinya,” pungkasnya.
Ia membandingkan dengan bangunan yang roboh dengan toko-toko zaman Belanda yang ada di pinggir jalan Lombok Utara. Bangunan toko tersebut masih berdiri kokoh, sedangkan bangunan lainnya justru lebih awal ambruk.
“Ini menjadi perbaikan ke depannya untuk kita semua. Mudah mudahan kita bisa mengawal agar masyarakat kita di Lombok Utara ini bisa dilayani dengan maksimal,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here