Beranda Headline Pemkab Tak Punya Anggaran Bangun Huntara

Pemkab Tak Punya Anggaran Bangun Huntara

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BANGUN SWADAYA: Huntara yang dibangun dari biaya sendiri warga Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari.

LOBAR —Saran legislative untuk memasukkan program hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa di APBD Perubahan, nampaknya belum bisa terpenuhi. Saran itu dianggap bagus oleh eksekutif, namun keterbatasan anggaran menjadi kendalanya.
Rencana lain dari dewan untuk mengarahkan dana pokok pikiran (pokir) untuk Huntara, juga dianggap tidak mungkin. Alasannya, anggaran Pokir tersebut tidak ada. “Karena tidak ada uang,” kata Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, kemarin.
Menurutnya, untuk pembahasan APBD Perubahan harus juga melihat beban APBD murni di tahun 2019. Mengingat dampak gempa sangat mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar. Terutama di sektor pariwisata dan pajak yang menjadi andalan. Sehingga tidak bisa hanya berbicara persoalan APBDP. Karena target PAD pasti tidak akan tercapai di tahun ini.
Meski demikian, penanganan pascabencana tetap menjadi prioritas. Dianggarkan pada APBDP 2018 maupun APBD murni 2019. Terkait Huntara, pemkab mencari bantuan dari Non Governmental Organization (NGO) atau relawan. Sejauh ini cukup banyak bantuan Huntara yang telah dijanjikan NGO itu.
Bahkan sudah ada beberapa Huntara yang terbangun. Hanya saja Pemkab belum mengetahui datanya, lantaran relawan langsung turun membangun Huntara tersebut.
Pemkab Lobar juga tengah mencari lahan untuk lokasi membangun Huntara. “Alhamdulillah dari Rumah Zakat ada, dari teman-teman Tionghoa dan teman developer juga ada,” ujarnya.
Keberadaan Huntara sangat dibutuhkan warga korban gempa. Apalagi bantuan stimulan untuk membangun rumah belum dapat digunakan. Meskipun dana tersebut sudah masuk rekening penerima, belum dapat dicairkan karena harus mengikuti SOP atau juklak/juknis pencairan.
Bahkan sosialisasi mekanisme pencairan belum sampai ke telinga masyarakat. Sementara musim penghujan segera tiba. “Itu lewat tim (sosialisasinya), nanti ada tim di tingkat kecamatan sebagai pendamping,” dalihnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here