Beranda Headline Menteri PPPA Sambangi Anak di Tenda

Menteri PPPA Sambangi Anak di Tenda

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA CINTA ANAK: Menteria PPPA, Yohana Yombise saat menggendong anak pengungsian.

KLU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyambangi anak-anak yang terkena dampak gempa bumi di tenda ramah anak di Dusun Menggala, Desa Pemenang Barat, Jumat (21/9).

Didampingi Ketua TP PKK Lombok Utara Hj.Rohani, Menteri Yohana antusias menyapa dan menghibur perempuan dan anak yang berada di tenda tersebut.

“Meski sekolah dan rumah kita ada yang mengalami kerusakan tetapi anak-anak harus tetap semangat belajar,” kata Menteri Yohana.

Sebelum menyambangi tenda ramah anak di Lombok Utara, Menteri Yohana berkunjung ke Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur dalam kunjungannya dia meninjau dan berdialog secara langsung dengan perempuan dan anak yang terkena dampak bencana gempa bumi. Yohana mengatakan kunjungannya ini, untuk memantau dan memastikan kebutuhan warga apakah dapat terpenuhi atau tidak.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas PPPA Provinsi NTB untuk memperoleh informasi dan data terkait kondisi dan situasi perempuan dan anak yang terdampak bencana,” ujarnya.

Saat ini, pihak Kementerian PPPA akan fokus pada upaya penanganan perempuan dan anak yang mengalami trauma pasca bencana. Masyarakat Pulau Seribu Masjid ini harapnya segera bangkit agar dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. Oleh karena itu, Kemen PPPA melakukan berbagai upaya, diantaranya menyiapkan tenda ramah perempuan dan anak agar mereka merasa aman dan nyaman, serta tenda sekolah darurat dengan menerapkan konsep sekolah ceria di sejumlah lokasi guna memberikan layanan trauma healing.

Dalam kondisi bencana, perempuan dan anak mengalami peningkatan kerentanan yang salah satunya disebabkan oleh 4 kodrati perempuan (melahirkan, menyusui, menstruasi, dan hamil). Hal ini dapat menimbulkan beberapa dampak, diantaranya menurunnya kesehatan ibu dan anak, sulitnya proses menyusui karena sang ibu mengalami depresi, minimnya kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, serta perempuan yang mengalami menstruasi. (cr-dhe/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here