Beranda Praya Metro Selong Belanak Fokus Atasi Kekeringan

Selong Belanak Fokus Atasi Kekeringan

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA KOMPAK: Kasi Kesra Pemdes Selong Belanak, HL Anwar bersama PPL desa setempat, Guruh Samudra saat menunjukkan demplot penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) biotren, belum lama ini.

PRABAR —Pemerintah Desa Selong Belanak mulai menyikapi kendala utama para petani terkait ketersediaan air di saat musim kemarau. Sebab selama ini petani hanya bisa menanam sekali dalam setahun khususnya untuk padi, kedelai dan jagung.
Sekdes Selong Belanak, Ahmad Nasri mengungkapkan, sebagai bentuk kepedulian Pemdes kepada petani, tahun ini pihaknya sudah membangunkan sejumlah sumur bor. Lokasinya di Dusun Joat Timur dan Joat Barat. Hal ini untuk memaksimalkan peranan Pemdes dalam memberdayakan potensi pertanian di desa setempat.
“Memang kita berada di dataran tinggi, makanya sulit dapat air. Karena itu selain bangun sumur bor, kerjasama Koptan, PPL dan Pemdes jadi suatu keharusan,” ujarnya.
Sementara Kasi Kesra Pemdes Selong Belanak, HL Anwar menambahkan, hampir semua desa di Praya Barat ini merupakan daerah tadah hujan. Sistem tanamnya pun disesuaikan dengan iklim. Sebab, ada kala tanamannya berhasil dan tidak. Selain itu pada tahun sebelumnya, hampir semua petani mengalami gagal panen lantaran mendekati musim panen hujan justru hilang.
“Karenanya kita dari kelompok tani bersama anggota pro aktif membeli mesin penyedot air dan sumur bor untuk mengatasi minimnya air ini,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan pemerintah herbisida, POC, dan insektisida yang diberikan pemerintah juga sangat membantu petani untuk mengolah lahan pertanian dengan baik. Apalagi dengan sistem tanam yang baik dari petani Desa Selong Belanak, perusahaan asal Lampung menawarkan Pupuk Organik Cair (POC) biotren agar kualitas tanaman yang ada jadi lebih baik.
“Untuk 1 hektare lahan, kita habiskan herbisida 2 liter, POC 4 liter bubuk cair dan insektisida 3 liter,” bebernya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here