Beranda Headline Pembangunan Rumah Korban Banyak Kendala

Pembangunan Rumah Korban Banyak Kendala

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei

MATARAM – Korban gempa Lombok dan Sumbawa terutama yang rumahnya hancur total, masih menderita. Selain banyak dari mereka yang rumahnya rusak kategori berat yang belum mendapatkan transfer bantuan stimulan sebesar 50 juta, pemerintah menyebutkan banyak kendala pada pembangunan rumah mereka.

Kepala Badan Nasional Penaggulan Bencan, Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei menyampaikan, sejumlah kendala dalam pembangunan rumah tersebut, di antaranya mereka terkendal tenaga kerja seperti tukang kemudian peralatan dan terakhir bahan bangunan (material). Untuk membangun rumah yang diperkiran sebanyak 70 ribu itu prosesnya tidak gampang. Sebab, secara hitungan volume pekerjaan sangat besar sedangkan kapasitas tenaga didaerah dianggap tidak mencukupi. Pada pembangunan rumah tahap awal ini, pemerintah akan membangun sekitar 30 ribu.
“Ini yang kita bahasa tadi dalam rapat bersama semua Kementerian,” kata Willem kemarin di Mataram.
Untuk solusi tukang, kata dia Pemerintah pusat untuk sementara menghadirkan tenaga tukang dari Surabaya namun jumlah yang didatangkan tidak diingatnya. Sementara untuk material sendiri oleh Wapres, Jussuf Kalla kata dia diperintahkan Kepala Dagang Indonesia bisa ikut berbuat maksimal.
Sebelum membangun rumah pun kata dia juga masih ada kendala terutama saat ini pihkanya masih fokus membersihkan puing puing bangunan yang ada sebab rumah tidak mungkin bisa dibangun kalau bekas rerobohan rumah masyarakat tidak dibersihkan.
“Ini juga kita perlu tenaga besar banyak,” cetusnya.
Kebutuhan tenaga kerja ini juga diluar dari tindakan pemerintah yang juga akan membangun rumah rumah darurat yang bersifat sementara. Selain itu pemerintah juga mengaku akan ada pembanguan Rumash Sakit, Sekolah, tempat ibadah dan pasar darurat.
“Makanya kita minta dorongan tenaga dari semua pihak. Intinya kita pelihkan secepatnya” janjinya.
Untuk pembangunan kata dia sudah dimulai terutama di Sumbawa Barat, puluhan rumah sudah mulai dibangun. Ia langsung menghadiri breaking groundnya beberapa hari yang lalu.
Willem juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pembangunan metode RISA sebab konsep teknologi itu keputusannya ada di masyarat sendiri. Artinya masyarat bisa membangun dengan opsi model rumah lainnya yang jelas memenuhi prosudur kunstruksi dan struktur bangunan dan juga rumah yang dibangun masyarakat tahan gempa. Namun Willem tidak menjesakan sturkutur tersebut sebab itu ranahnya Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kalau itu biar PU yang menjelaskan,” katanya.
Willem juga menjelaskan untuk bantuan yang belum didapatkan korban gempa tentu seperti sebelumnya akan dilakukan langkah verifikasi data terlebih dahulu dimanan data itu kemudian mendapatkan SK Bupati dan atau Walikota setelah itu baru diajukan ke BNPB. Sebab tanpa ada surat persetujuan bantuan uang stimulan itu tidak bisa dicairkan pemerintah.(cr-jh/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here