Beranda Headline Festival Senggigi Tonggak Kebangkitan Pariwisata

Festival Senggigi Tonggak Kebangkitan Pariwisata

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PEMBUKAAN: Tarian rudat ditampilkan saat Festival Pesona Senggigi, kemarin.

LOBAR —Festival Pesona Senggigi 2018 resmi dibuka, kemarin. Event tahunan ini tetap digelar demi membangkitkan kembali kunjungan wisatawan, dalam masa pemulihan pascagempa. Apalagi kondisi pariwisata di wilayah Senggigi seakan mati suri. Padahal bulan ini telah masuk high season.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara dipusatkan di pasar seni Senggigi. Mengambil tema “Roah Asuh Gumi”, Event ini digelar selama dua hari, dari 21-22 September. Diawali dengan tarian rudat, festival dibuka Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Selama kegiatan, akan ada berbagai penampilan seni budaya dan hiburan yang bisa disaksikan pengunjung
“Festival Pesona Senggigi ini menjadi tonggak awal kebangkitan pariwisata Lombok Barat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H Ispan Junaidi.
Event ini dirasa sangat tepat dengan momentum penutupan Sail Moyo. Sekaligus menyampaikan kepada semua wisatawan bahwa pariwisata Lobar telah bangkit kembali. Selain itu diharapkan event ini dapat membangkitkan kembali semangat para pelaku wisata di Lobar pascabencana. Sehingga dapat kembali menarik para wisatawan datang ke Senggigi. “Mari kita bangun kembali untuk membangkitkan pariwistaa Senggigi,” ajaknya.
Dikatakan Ispan, dalam event ini berbagai kegiatan akan dilakukan untuk menyambut wisatawan. Seperti tari Gendang Beleq, pagelaran tari daerah, Cupak Gerantanng, dan Penginang Robek.
Selain itu terdapat trauma healing dan berbagai perlombaan. Serta kegiatan bersih pantai dan musik. “Mari kita bangkit dan nikmati kembali keindahan pariwisata Senggigi,” imbuhnya.
Bupati Lobar, H Fauzan Khalid dalam sambutannya mengajak masyarakat termasuk pelaku wisata untuk bangkit dari bencana. Ia tak menyangkal dampak gempa itu sangat dirasakan di sektor pariwisata yang menjadi andalan Lobar. “Insya Allah akan segera bangkit kembali,” tegasnya.
Melalui dibukanya event ini, ia ingin menyampaikan kepada dunia jika Lobar telah bangkit. Bahkan Lobar tetap aman dikunjungi untuk berwisata. Selaian Festival Pesona Senggigi, berbagai event lainnya masih akan digelar hingga akhir tahun ini. Semuanya demi mengembalikan gairah pariwisata Lobar. Terkait tema Festival Pesona Senggigi, ada alasan mengambil tema itu. Ungkapan roah adalah bentuk meminta sesuatu kepada Allah. “Roah itu bentuk tradisi masyarakat Sasak untuk meminta sesuatu yang istimewa. Mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan kita diterima Allah SWT, dan masyarakat Lobar bisa bangkit kembali,” harapnya. (Win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here