Beranda Headline Zul Tidak Mau Ngomong Pilpres

Zul Tidak Mau Ngomong Pilpres

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Zulkieflimansyah

MATARAM – Hari pertama ngantor, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dicecar media soal arah politik pada Pilpres 2019. Namun Zul menegaskan, tidak mau ngomong banyak soal Pilpres, mengingat Lombok bahkan NTB tengah berduka.

“Saya sebagai gubenur mencoba profesional,” tegasnya kepada media, kemarin.

Sikap politiknya pun ditunjukkan abu-abu, dimana dia mengatakan tidak ingin menjadi salah satu Timses Capres Cawapres. “Saya tidak akan masuk jadi Timses manapun,” tegas pria berkacata mata itu.

Menurut Zul, menjadi Timses salah satu Paslon akan menyakiti sebagian warga NTB mengingat masyarakat NTB pilihan politiknya terpecah dua, ada yang mendukung Prabowo – Uno sebagian lainnya bakal all out untuk Jokowi – Maaruf Amin. Sementara saat ini, dirinya milik warga NTB. Alasan lainnya ia tidak ingin menelantarkan kepentingan yang jauh lebih mendasar apalagi kondisi NTB masih berduka karena akibat gempa, sehingga hal penting yang akan dilakukan memastikan penanganan yang lebih baik. Masalah di NTB saat ini kata dia jauh lebih berat, lebih rumit dan juga kompleks sehingga membutuhkan penanganan yang maksimal. Penanganan itu lebih penting ketimbang berdebat soal politik.

“Saya nggak mau ngomong banyak soal Pilpres,” katanya.

Menjadi Timses menurutunya akan memunculkan sikap sensitifitas terlebih jika dikaitkan dengan bantuan korban gempa yang dilakukan salah satu pihak paslon Capres dan Cawapres.

“Kalau saya nggak datang di acara mereka nanti dikira saya nggak dukung atau sebaliknya. Pokoknya bantuan korban gempa sensitif,” kata dia tegas.

Zul juga meminta agar ASN lingkup Pemprov bisa menunjukkan sikap yang sama, sehingga dalam anggapan masyarakat birokrasi tidak bercampur dengan pilihan politik.
“Mudahan ASN juga begitu sehingga mereka menggap politik is gonna be ok (Baik-Baik Saja,Red),” ujarnya.

Zul juga menyampaikan usai dilantik Presiden RI, Joko Widodo Rabu (19/09), bersama wakil gubenur, Sitti Rohmi Djalillah dipanggil secara khusus. Pemanggilan itu tidak ada kaitannya dengan pesan-pesan politik, namun Presiden menginstruksikan dirinya agar segera menindaklanjuti penanganan kondisi NTB pasca gempa. Ia menyampaikan tidak ada kemewahan bersama dengan waktu apalagi memunggu hujan turun menyapa baru pemerintah berbuat hal konkrit.
“Insya Allah kita bisa lakukan instruksi itu,” pungkasnya.

Sementara itu, DPW PKS NTB meminta Zul kembali kepada arah politik partai alias diharapkan bisa mendukung Prabowo – Uno meski Zul sebagai kepala daerah yang mana milik masyarakat NTB. Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi belum lama ini menyampaikan harapannya agar kembali ke rumah PKS mendukung Prabowo – Uno.

“Kita berharap secara personal Zul kembali ke arah politik. Karena ia pribadi kader PKS,” kata Hadi. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here