Beranda Headline Undangan ‘Diskusi Divestasi Newmont’ Hoax!

Undangan ‘Diskusi Divestasi Newmont’ Hoax!

BERBAGI

AJI Mataram Adukan Penyebar Hoax ke Polda

MATARAM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram memberikan klarifikasi seputar pamflet undangan terkait ‘diskusi divestasi saham’ PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang jadi isu utama laporan Majalah Tempo. Undangan itu samasekali tidak pernah dibuat karena memang tidak pernah disinggung dalam agenda organisasi maupun personal pengurus.
Parahnya, di pamflet yang sama terpampang foto Abdul Latif Apriaman sebagai tim investigasi Majalah Tempo dan Fitri Rachmawati sebagai Ketua AJI Mataram. Di bagian lain, termuat Majalah Tempo Edisi 14 September 2018 dan kutipan wawancara TGB. Namun tanda tanda jelas bahwa undangan itu hoax, tidak tercantum narasumber atau pembicara diskusi, audience dan lembaga yang bertanggungjawab sebagai penyelenggara.
Atas semua ini, AJI Mataram menduga pihak yang sengaja membuat pamflet undangan itu sudah melakukan framing awal sebelum mendesain pengumuman, ditandai dengan identitas dan jabatan lengkap Fitri Rachmawati Ketua AJI dan kapasitas Abdul Latif Apriaman sebagai reporter Tempo di daerah NTB. Sehingga seolah olah undangan itu benar adanya. AJI Mataram secara kelembagaan, tidak pernah mendiskusikan soal rencana agenda tersebut, baik dengan Majalah Tempo maupun Abdul Latif Apriaman secara personal sebagai jurnalis Tempo.
“Undangan itu kami menduga sengaja dibuat agar perhatian publik atau upaya upaya intimidasi yang mengarah ke Abdul Latif Apriaman dan Fitri Rachmawati secara personal maupun kelembagaan,” terang Ketua Divisi Advokasi AJI Mataram, Haris Mahtul, kemarin.

Untuk itu, AJI Mataram meminta maaf jika ada masyarakat atau kelompok tertentu yang merasa terganggu dengan penyebaran pamphlet tersebut. Kepada pihak-pihak yang menerima pengiriman pamflet undangan, agar tidak melanjutkan menjadi pesan berantai ke berbagai akun media sosial (medsos) maupun jalur komunikasi lainnya agar masyarakat tidak terpengaruh informasi hoax.
Saat ini AJI Mataram sedang melakukan konsolidasi internal untuk menempuh cara cara counter opinion atas informasi hoax yang terlanjur menyebar tersebut dan berharap masyarakat tidak terpengaruh. Pengurus AJI Mataram maupun Abdul Latif Apriaman dan Fitri Rachmawati sudah mengadukan penyebaran informasi hoax ini ke Subdit II Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB dan mempersiapkan laporan resmi. Dengan harapan Polisi melacak siapa pembuat dan penyebar undangan hoax tersebut.

Sementara, AJI Indonesia meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyebaran undangan diskusi divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang kini jadi isu utama laporan Majalah Tempo.

“Kami meminta pihak-pihak yang keberatan dengan pemberitaan Majalah Tempo agar menempuh prosedur yang benar. Seperti, mengajukan hak jawab, hak koreksi atau melaporkannya ke Dewan Pers seperti diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” sambung Ketua AJI, Abdul Manan dalam rilisnya, kemarin .(r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here