Beranda Praya Metro Desa Pengengat Peringati HUT Ke-20

Desa Pengengat Peringati HUT Ke-20

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA SANTUNAN: Pemdes Pengengat bersama sejumlah tuan guru memberikan santunan kepada anak yatim saat memperingati hari ulang tahun desanya, kemarin.

Gelar Istighosah dan Santunan Ratusan Yatim

PRAYA — Dalam memperingati hari jadinnya ke-20 tahun, Desa Pengengat, Kecamatan Pujut menggelar halal bihalal yang dibalut dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim. Peringatan ini dapat terlaksana berkat kerjamasa antara Pemdes, pemuda dan masyarakat setempat.

Ketua Pelaksana Perayaan HUT Desa Pengengat ke-20, H Awaludin mengatakan, pelaksanaan HUT kali ini sebagai wahana untuk menjaga kebersamaan dan silaturrahmi antar masyarakat. Untuk itu, ia mengajak warga yang hadir agar terus membangun desa dengan cara dan profesinya masing-masing. Karena membangun desa tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparatur desa.
“Alhamdulillah, sumbangan ini dari swadaya saudara-saudara kita,” terangnya.
Sementara Kades Pengengat, Moh Nurhartawan mengungkapkan, berdasarkan sejarah, berdirinya desa yang dipimpinnya jatuh pada 19 Mei. Hanya saja, karena beberapa waktu lalu ada pelaksanan Pilkada Gubernur dan musibah gempa bumi akhirnya diundur sampai September. Akan tetapi yang terpenting, esensi dari acara tahunan ini bisa selalu dimunculkan. Salah satunya yakni keikutsertaan semua elemen masyarakat. Untuk tahun lalu, Pemdes memperingatinya pula dengan dirangkai pelantikan perangkat desa.
“Anak yatim yang kita undang bukan hanya berasal dari Pengengat saja, tapi ada juga dari Desa Sukadana, Mertak, Sengkol dan desa tetangga lainnya. Sedangkan masyarakat yang hadir mencapai 4 ribu orang,” katanya bangga.
Secara umum lanjut pria yang biasa disapa Amaq Uyun ini, di usia yang ke-20 ini, desanya terus berbenah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Baik dengan program yang bersumber dari dana yang dikelola desa maupun dari instansi terkait. Hanya saja, selama ini ada satu kendala dan persoalan yang menjadi keluhan masyarakat yakni jalan kabupaten yang melintas di depan kantor desanya belum dihotmix hingga kini.
Sementara Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Loteng, Supriadin yang turut hadir dalam perayaan tersebut sangat mengapresiasi semangat dan kebersamaan masyarakat di Desa Pengengat. Terutama di bidang sosial dan keagamaan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang ikut menghadiri acara HUT desa. Karena saat ini, tidak banyak desa yang mampu menggelar kegiatan seperti ini. Apalagi, dirangkaikan dengan acara istigosah dan santunan anak yatim.
“Ini luar biasa, saya lihat Pengengat ini memang maju dari segi keagamaan. Soal jalan yang belum dihotmix, tahun depan saya pastikan dikerjakan,” janjinya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here