Beranda Praya Metro 92 Orang Pekerja Asal NTB

92 Orang Pekerja Asal NTB

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA MEDIASI : Deputy Project Director the Mandalika ITDC, H Adi Sujono saat memberikan penjelasan kepada warga Desa Kuta di Ruang Mandalika ITDC, kemarin.

PRAYA — Deputi Project Director the Mandalika PT. ITDC, H Adi Sujono mengungkapkan, khusus proyek pembangunan hotel Fullman telah melibatkan 280 orang warga setempat. Salah satunya untuk staf office 53 orang, staf lapangan 227 orang. Adapun rinciannya, total warga NTB ada 92 orang dan luar NTB 188 orang. Begitu juga untuk tenaga keamanan yang berasal dari warga Kuta terdapat 14 orang, warga Rembitan 12 orang, Sengkol 21 orang, Sukadana enam orang, Mertak sembilan orang, dan Batujai dua orang.
Ke depan, pihak ITDC berjanji bakal lebih menguatkan koordinasi bersama Pemdes dan warga Kuta, salah satunya dengan pembangunan jalan yang bakal menelan anggaran Rp 336 Miliar. Di sana, meski perusahan pemenang tender belum ditentukan, namun mulai dari sana warga bakal lebih banyak dilibatkan.
“Belum ada pemenang tender, jika sudah ada, maka perusahaan ini harus tahu aturan mainnya dengan melibatkan masyarakat setempat. Kami dari PT ITDC hanya bisa memberi jatah 30 persen warga lokal dari keseluruhan pekerja yang ada,” bebernya.
Sebelumnya, kemarin warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut menuntut dilibatkan dalam pembangunan dilakukan pihak ITDC di KEK Mandalika.
Kades Kuta, L Badarudin yang datang ke kantor ITDC menjelaskan, selama ini pihaknya tidak tahu perusahaan pemenang tender yang melaksanakan pembangunan beberapa hotel, jalan, dan sejumlah infrastruktur lainnya di desa yang dipimpinnya.
“Kami datang hearing ini bukan mau menyalahkan PT ITDC. Namun perlu ada sosialisasi dari ITDC ke Pemdes dan warga terkait apa-apa saja yang sudah dikerjakan. Kami tidak ingin jadi penonton di daerah sendiri,” sindir Badarudin.
Apalagi, pihaknya mengaku tertekan dengan gaung kemajuan pariwisata Kuta baik pembangunan hotel bintang 4 dan 5, namun tak banyak warga lokal bisa dipekerjakan di sana.
Ia mencontohkan parkiran dikelola Pam pantai, Pokdarwis dan Pemdes. Namun setelah objek wisata ditata, Pemdes dapat keluhan dari Pam pantai dan Pokdarwis terkait ada pihak luar ikut ambil bagian. Belum lagi perekrutan tenaga keamanan dan tukang bangunan di wilayah setempat didominasi warga luar desa Kuta.
Dari pihak ITDC, lanjut Badar, tidak pernah mengajak CV atau PT sebagai pemenang tender proyek di Kuta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan warga, sehingga warga justru menyalahkan Kades lantaran warga setempat tidak terlibat apapun dalam proyek ini.
Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kuta, Suharja Yusuf mengaku setiap ada pembangunan dari PT ITDC mestinya masyarakat dilibatkan untuk kerjasama dan mengevaluasi pekerjaan. Apalagi di LPM ini sempat diadakan pelatihan sopir yang memberikan sertifikat kerja legal kepada peserta yang ikut.
“Jika cari tenaga untuk sopir misalnya. Setidaknya PT ITDC cari rekomendasi di desa,” jelasnya. (fiz/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here