Beranda Headline Senin, Kades Puncak Jeringo Dipanggil PMD

Senin, Kades Puncak Jeringo Dipanggil PMD

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA MENGADU: Para perangkat Desa Puncak Jeringo saat berada di kantor Bupati dan hendak berangkat ke kantor PMD, untuk menuntut keadilan atas kebijakan pemecatan dilakukan Kades Puncak Jeringo, waktu lalu.

LOTIM – Senin mendatang, Kepala Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela Lombok Timur (Lotim), dipanggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim. Pemanggilan itu, buntut kebijakannya memecat empat Kepala Dusun (Kadus) dan Dua Kepala Urusan (Kaur) Desa yang dipimpinnya, usai dilantik Juli lalu.
Kepala DPMD Lotim, HM Juaini Taofik, kemarin mengatakan, usai menerima aspirasi para perangkat desa yang dipecat Kades puncak Jeringo, surat pemanggilan sudah dilayangkan. Pemanggilan itu, untuk meminta klarifikasi Kades, kaitan dengan kebijakan membersihkan para perangkat desanya, tidak lama setelah dilantik menjadi Kades. “Yang jelas, jika sampai tidak mengembalikan perangkat yang sudah dipecat, konsekuensinya Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat yang diangkat akan ditahan,” tegasnya.
Jika Kades Puncak Jeringo tidak memenuhi panggilan pertama, surat panggilan kedua tetap dilayangkan. Manakala tetap bertahan, PMD akan melayangkan surat panggilan ketiga. Bila surat panggilan pertama sampai ketiga tetap diacuhkan, maka Bupati yang akan melayangkan surat pemanggilan.
Ketika sudah dipanggil Bupati sambung Juaini, maka penanganan masalah Kades Jeringo tidak lagi diselesaikan PMD. Akan tetapi, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati. Termasuk sanksi apa yang akan diberikan, juga menjadi kewenangan Bupati. “Sanksi penahanan Siltap, upaya paling maksimal kami lakukan, jika perangkat yang dipecat tidak segera dikembalikan. Itu sudah menjadi konsekuensi aturan yang dilanggar, dan mau tidak mau harus diterima,” tegasnya.
Jauh hari sebelum dilakukan pelantikan tahap dua waktu lalu, PMD sudah mewanti-wanti Kades yang dilantik, tidak mengambil kebijakan memberhentikan perangkat yang ada. Karena memang, aturan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, masih dalam proses. “Kasus Puncak Jeringo ini kita harapkan menjadi contoh bagi desa lain. Bila mana mereka yang dipecat, jika menempuh jalur hukum, mereka tetap akan menang,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here