Beranda Headline Polri Bakal Tindak Tegas

Polri Bakal Tindak Tegas

BERBAGI
Aksi demonstrasi karena rupiah melemah (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

JAKARTA – Polri tampaknya dalam posisi dilematis menghadapi demonstrasi yang mulai bermunculan. Pasalnya saat ini sudah masuk pada tahun politik.”Ya ini sudah tahun politik jadi susah. Polri tidak mungkin membrangus istilahnya, enggak bisa. Itu kan sudah ada di Undang-Undang Nomor 9 tahun 98,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9).
Polri pada prinsipnya kata dia, akan melayani, menjaga, mengamankan, mana kala kegiatan itu sesuai prosedur atau sesuai aturan perundang-undangan. “Kalau tidak sesuai, uh ya mohon maaf harus ditegakkan,” tegas Setyo.
Penegakkan yang dimaksud kata dia, jika demonstrasi tersebut berujung pada anarkis. “Kalau sudah anarkis, harus ada yang ditindak,” sebut dia.
Kata Setyo, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Yakni, koordinator lapangan massa.
Bahkan jika aksi tersebut membawa nama almamater kampus dan didukung, universitas yang bersangkutan juga ikut bertanggung jawab. “Ya tanggung jawab kampus. Tapi kalau mereka bergerak atas nama pribadi kan enggak bisa (tanggung jawab kampus),” sebut dia.
Namun Setyo mengingatkan kepada para massa yang sejatinya ingin melakukan demonstrasi, mereka izin kepada pihak Kepolisian dalam rangka aksi saja. “Bukan melakukan anarkis kan. Itu penting, itu. Pak saya mau unjuk rasa pak. Bukan ‘pak saya mau mecahin apa’,” tukasnya.
Sekadar informasi, di mahasiswa sejumlah daerah tak terkecuali di Jakarta menggelar aksi demonstrasi di kantor-kantor pemerintah. Bahkan beberapa diantara massa melakukan aksi anarkis dengan merusak fasilitas di sekitar lokasi.
Rata-rata dari mereka menuntut agar Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla dapat menstabilkan dan menguatkan nilai Rupiah agar tidak lemah seperti sekarang. Mereka juga menuntut agar harga barang pokok stabil. (dna/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here