Beranda Headline Kapan Rumah Kami Dibangun?

Kapan Rumah Kami Dibangun?

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA HUNTARA: Seorang warga Kecamatan Gunung Sari secara swadaya membuat bangunan hunian sementara.

LOBAR —Korban gempa di Lombok Barat (Lobar) mulai khawatir, karena bantuan belum dapat dicairkan. Padahal musim hujan semakin dekat. Sementara rumah belum dapat dibangun lantaran bantuan dari pusat belum di tangan. Masalah lain, perbandingan antara jumlah korban yang menerima transfer dana dengan bangunan terverifikasi, tidak seimbang.
Sampai saat ini, korban gempa yang sudah menerima transfer sebanyak 379 orang. Masih sangat sedikit dibandingkan bangunan rusak berat yang sudah terverifikasi sebanyak 9 ribu lebih. “Kami susah dan cemas pembangunan rumah molor. Sebentar lagi musim hujan,” keluh Haeratun, seorang korban gempa belum lama ini.
Menanggapi keresahan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lobar, Made Artadana beralasan, keterlambatan itu lantaran Pemkab sangat berhati-hati. Meskipun bantuan itu sudah masuk kas daerah (Kasda), namun pihaknya perlu melakukan validasi kembali guna meminimalisir terjadinya kesalahan katagori kerusakan. Sehingga, dana bantuan tidak salah sasaran.
Data hasil verifikasi terakhir sebanyak 48.737 unit. Terdiri dari rusak berat 9.632 unit, rusak sedang 8.631 unit dan ringan sebanyak 38.474 unit. Dari jumlah itu, baru 6.664 unit yang di SK kan Bupati. Sedangkan yang baru ditransfer dana bantuan stimulan dari total yang diverifikasi rumah rusak berat sebanyak 379 jiwa.
Kapan dana tersebut dapat digunakan, Arthadana juga belum mengetahuinya. Tergantung hasil sosialisasi pembahasan juklak dan juknis Standar Operasional Prosedur (SOP) dana bantuan stimulan yang akan segera digelar pemerintah pusat. “Kita belum berani, tunggu juklak juknisnya,” kata Arthadana saat jumpa pers di Pendopo Bupati Lobar, kemarin. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here