Beranda Lombok Barat Enam Kades Dapat SK Pemberhentian

Enam Kades Dapat SK Pemberhentian

BERBAGI

LOBAR —Surat Keputusan (SK) pemberhentian enam kepala desa (Kades) yang mengikuti pemilihan legislative (Pileg), sudah keluar. Bupati Lobar H Fauzan Khalid membenarkan sudah menandatangani SK pemberhentian keenam kades tersebut. Beserta SK pemberhentian dua orang dewan pengawas PDAM Giri Menang. “Sudah saya tandatangani. Mungkin sudah di tangan mereka (Kades),” ungkap Fauzan, kemarin.
SK pemberhentian itu digunakan para kades sebagai syarat calon Pileg, serta akan diserahkan ke KPU Lobar. “Mungkin mereka menyerahkan (ke KPU) pada batas akhir, biasa begitu,” sebutnya.
KPU Lobar menunggu penyerahan SK pemberhentian bagi calon dari Kades, Kadus, dan pegawai BUMN/BUMD. Batas akhirnya ditentukan hingga 19 September mendatang. Sebab jika hingga batas waktu yang ditentukan bakal calon legislatif (Bacaleg) yang bersangkutan tak menyerahkan, maka tidak masuk daftar calon tetap (DCT) Pileg 2019. “Banyak barometer orang tidak masuk DCT. Bisa karena meninggal, divonis pengadilan, atau tidak lagi memenuhi syarat,” jelas Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri.
Terdapat tiga unsur yang harus diserahkan Bacaleg dari kalangan Kades, Kadus maupun pegawai BUMN/BUMD. Yakni pengunduran diri, keterangan sedang memproses pemberhentian, dan bukti pemberhentian. “Kita lihat tanggal 20 September, kalau tidak masuk DCT berarti ada sebabnya,” ujarnya.
Bagaimana jika SK pemberhentian itu keluar setelah penetapan, ditegaskan Suhaimi, hal itu tetap tidak bisa. Ia mempersilakan membawa masalah itu Bawaslu jika ingin memprotesnya. “Sengketa di Bawaslu yang akan memutuskan,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here