Beranda Lombok Timur Cara Mengantisipasi Dampak Musim Hujan Pascagempa

Cara Mengantisipasi Dampak Musim Hujan Pascagempa

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA MASJID DARURAT: DLHK Lotim bergotong royong bersama warga Desa Dadap Kecamatan Sambelia, saat membangun masjid darurat di Desa Dadap, kemarin.

Huntara dan Masjid Darurat Terus Dibangun
Huntara bagi korban gempa bumi terus dibangun. Masyarakat memilih Huntara dibangun di samping rumahnya masing-masing. Masjid darurat juga sedang dibangunkan.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
PEMBERSIHAN puing-puing reruntuhan bangunan hingga saat ini masih berlangsung di lokasi bencana. Terutama lima kecamatan di Lombok Timur (Lotim), yang terkena dampak langsung bencana gempa bumi sejak tanggal 29 Juli lalu. Sejumlah alat berat, juga diterjunkan untuk merobohkan bangunan-bangunan yang menggunakan beton. Seperti bangunan masjid, dan lainnya. Sehingga, proses pembersihan bisa lebih cepat.
Dalam penanganan bencana gempa bumi ini, semua pihak bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan (Dikes), tetap melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi secara marathon. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) turun ke lapangan sembari membantu membersihkan reruntuhan, juga memberikan berbagai jenis kebutuhan para pengungsi. Belum lagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Seiring dengan proses pembersihan ini, beberapa waktu lalu Lombok Timur beberapa kali disiram hujan. Memang, dalam waktu dekat akan memasuki musim hujan, sehingga dibutuhkan langkah cepat, tepat dan efektif, dalam menangani pengungsian, agar tidak memunculkan bencana baru saat musim hujan nanti.
Saat ini, relawan berbagai asal sedang bergelut dilapangan, membangunkan para pengungsi Rumah Hunian Sementara (Huntara). Huntara tersebut, mengatasi kebutuhan pengungsi, menghadapi musim hujan mendatang. Huntara sendiri, rata-rata dibangun di samping rumah mereka. Karena memang, huntara ini dikhususkan bagi mereka yang rumahnya mengalami rusak berat.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Lotim, Ahmad Subhan mengatakan, selain relawan yang terlibat membangun Huntara, juga para Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, juga sudah dialokasikan untuk menangani sejumlah fasilitas kebutuhan pengungsi, dan saat ini sedang dalam proses pembahasan. Disamping itu, pemerintah juga sedang mensosialisasikan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang diklaim anti gempa. Namun masyarakat sendiri mengaku masih takut menggunakan rumah beton, karena khawatirkan gempa.
Selain membangun Huntara, juga masyarakat dibangunkan masjid darurat. Masjid darurat dibangun, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat melaksanakan ibadah salat lima waktu maupun salat jumat. Masjid darurat yang sudah mulai dibangun, salah satunya di Desa Dadap Kecamatan Sambelia, binaan DLHK Lotim.
“Huntara ini nantinya digotong royongkan. Belum kami lihat berapa Huntara sudah dibangun secara keseluruhan. Tapi di Sembalun dan Sambelia, sudah ada Huntara mulai berdiri,” kata Subhan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here