Beranda Headline Ajak Donatur Bangun Rumah Persinggahan

Ajak Donatur Bangun Rumah Persinggahan

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA AYO BANTU: Inilah desain rumah persinggahan bagi korban gempa bumi yang rumahnya rusak parah.

MATARAM —Desain rumah persinggahan sudah disiapkan Pemkot Mataram, bagi korban gempa bumi yang rumahnya rusak parah. Sebagai permulaan, pemkot menyiapkan anggaran dari kantong pribadi untuk membangun rumah persinggahan. Jumlahnya terbatas, hanya 500 unit. “Kebutuhan kita 1.500 unit, sesuai jumlah rumah yang rusak berat. Kalau hanya 500 unit, memang masih jauh dari mencukupi,” kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, kemarin.

Untuk itu, Mohan berharap ada donasi dari komponen-komponen masyarakat yang terpanggil untuk memberikan bantuan pembangunan rumah persinggahan. Sembari menunggu masyarakat mendapat rumah permanen. Bagi donator, ia memberikan keluluasaan berimprovisasi terhadap rumah tersebut. “Ukuran bisa disesuaikan. Boleh dipasangkan logo donator juga,” katanya.
Wawali berharap, dengan informasi soal pembangunan rumah persinggahan ini di media maka akan berdatangan para donatur itu. “Saya berkeyakinan, donatur pasti akan ada yang mau membantu,” imbuhnya.
Apalagi telah keluar surat edaran Wali Kota Mataram agar masyarakat kembali ke rumahnya. Utamanya, masyarakat yang kondisi rumahnya masih berdiri kokoh. Namun bagi warga yang rumahnya rusak berat, tentu segera butuh rumah persinggahan.
Kondisi saat ini, diakuinya, belum semua warga kembali ke rumahnya. Bisa dimaklumi kondisi psikologis masyarakat yang masih khawatir terjadi gempa susulan. “Mulai berangsur-angsur pulang. Nanti melalui edaran Pak Wali, dan di mobil keliling kita imbau masyarakat untuk pulang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, H Kemal Islam mengatakan, rumah persinggahan akan dibangun di atas lahan warga yang telah rampung dibersihkan dari puing-puing bangunan.
Rumah persinggahan menggunakan bambu dan terpal berkualitas. Harga per unit rumah persinggahan dihitung hanya Rp 1,5 juta, dengan luasan 2,5 x 4 meter persegi. Untuk pondasi bisa dipakai di bekas rumah lama milik warga, dengan lama pembangunan hanya satu hari. “Yang penting tidak tergenang, nyaman, dan aman,” katanya.
Begitu RISHA ada kepastian kapan dibangun, maka rumah persinggahan itu bisa dibongkar. Dalam pembangunan rumah persinggahan akan melibatkan sejumlah organisasi kepanduan. Seperti Menwa, PMI, KNPI, AMPG, klub motor, serta organisasi-organisasi lain yang ada di Mataram.
Rencana semula, untuk Huntara disiapkan anggaran Rp 1 miliar. Anggaran itu, kata Kemal merupakan sisa dana siap pakai (DSP). Namun untuk rumah persinggahan kemungkinan hanya butuh anggaran Rp 750 juta. “Pemerintah mancing dulu. Insya Allah bisa bertahan untuk empat bulan bertahan ke depan,” imbuhnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here